Muskablub KONI Mimika Disorot, Aklamasi Tunggal Picu Pertanyaan Publik
Kabarsulsel-Indonesia.web.id. MIMIKA, Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika pada 25 April 2026 menuai sorotan dari sejumlah pihak. Proses yang berujung pada penetapan calon tunggal secara aklamasi dinilai menimbulkan tanda tanya di kalangan publik dan pemerhati olahraga.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari dengan pembukaan pendaftaran yang disebut terbuka.
Namun, saat tahap verifikasi berlangsung siang harinya, hanya satu calon yang dinyatakan memenuhi syarat. Kondisi ini membuat proses pemilihan berlangsung tanpa kompetisi.
Pada sesi forum sore hari yang dihadiri sekitar 20 peserta, sejumlah perwakilan mempertanyakan minimnya kandidat dalam bursa pencalonan. Mereka juga menyoroti kemungkinan adanya calon lain yang tidak lolos verifikasi atau tidak ikut dalam proses tersebut.
Meski demikian, tanpa penolakan signifikan, forum akhirnya menyepakati calon tunggal tersebut melalui mekanisme aklamasi dengan dukungan 14 klub yang hadir.
-Keputusan itu kemudian disahkan dalam forum resmi Muskablub.
Pada malam hari, panitia menyampaikan dalam konferensi pers bahwa hasil Muskablub merupakan bentuk “kemenangan demokrasi olahraga di Mimika”.
Namun pernyataan tersebut justru memunculkan catatan kritis dari sejumlah kalangan.
Beberapa dugaan pun berkembang di ruang publik. Pertama, mekanisme aklamasi dinilai sebagai upaya menghindari potensi konflik internal, mengingat organisasi sebelumnya berada dalam masa kepemimpinan caretaker selama kurang lebih tiga bulan.
Kedua, muncul spekulasi bahwa minimnya kompetisi berkaitan dengan potensi tarik-menarik kepentingan dalam pengelolaan dana hibah olahraga yang bersumber dari APBD, meski hal ini belum dapat dibuktikan secara terbuka.
Ketiga, ada pandangan bahwa pemilihan dengan banyak kandidat berpotensi memunculkan dinamika politik olahraga yang lebih luas, sehingga jalur aklamasi dianggap sebagai opsi paling cepat untuk menyelesaikan agenda organisasi.
Hingga berita ini diturunkan, panitia Muskablub belum memberikan penjelasan rinci terkait proses verifikasi maupun alasan hanya satu kandidat yang dinyatakan lolos.
Sejumlah pihak mendorong agar ke depan proses pemilihan di tubuh KONI dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, serta membuka ruang kompetisi yang sehat bagi seluruh cabang olahraga, guna menghindari munculnya persepsi rekayasa dalam setiap agenda organisasi.
"Elang"

























Komentar via Facebook