Kemong Kritik Kinerja Pemerintahan JOEL: "Pembangunan Lebih Banyak di Media, Fakta di Lapangan Minim"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kemong Kritik Kinerja Pemerintahan JOEL:

Kemong Kritik Kinerja Pemerintahan JOEL: "Pembangunan Lebih Banyak di Media, Fakta di Lapangan Minim"

Mimika Kabarsulselindonesia.web.id – Anggota DPR Papua Tengah dari Fraksi PKB, Yohanis Kemong, melontarkan kritik keras terhadap jalannya pemerintahan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Menurutnya, berbagai pemberitaan mengenai keberhasilan pembangunan di Kabupaten Mimika tidak sejalan dengan kondisi yang ia lihat langsung di lapangan.09/07/2026

Kemong menilai, selama hampir dua tahun kepemimpinan pasangan tersebut, masyarakat belum merasakan pembangunan yang merata, baik di wilayah perkotaan maupun di distrik dan kampung-kampung.

 "Banyak pemberitaan yang menggambarkan seolah-olah pembangunan berjalan pesat. Namun kenyataannya berbeda. Di distrik hingga kampung-kampung hampir tidak terlihat pembangunan yang signifikan. Visi pembangunan dari kampung ke kota belum dirasakan masyarakat," tegas Kemong.»

Ia juga menyebut bahwa sejumlah infrastruktur yang saat ini masih terlihat di Kota Timika merupakan proyek yang telah dimulai pada masa pemerintahan Bupati sebelumnya, Eltinus Omaleng.

Menurut Kemong, selama kepemimpinan saat ini, pemerintah daerah dinilai lebih banyak melaksanakan kegiatan seremonial, perjalanan dinas ke luar daerah, serta berbagai agenda pemerintahan yang dinilainya belum berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Kemong turut menyoroti persoalan utang pemerintah daerah kepada kontraktor yang, menurutnya, hingga kini belum terselesaikan. Ia juga mengkritik masih banyaknya jabatan yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt.) dibandingkan pejabat definitif, yang dinilai dapat memengaruhi efektivitas pelayanan pemerintahan.

"Bila kondisi ini terus dibiarkan, saya khawatir Kabupaten Mimika akan semakin tertinggal. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan yang nyata, bukan hanya narasi yang ramai di media," ujarnya.

Sebagai putra asli Mimika, Kemong mengaku prihatin terhadap kondisi daerahnya dan berharap pemerintah daerah lebih fokus pada realisasi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Pemerintah harus membuktikan hasil kerja melalui pembangunan yang dapat dilihat dan dinikmati masyarakat, bukan sekadar pemberitaan. Saya sangat mencintai negeri ini dan tidak ingin Mimika semakin terpuruk," tutup Kemong.

Editor: Bruce Elang