Harhubnas ke-55 di Kota Tual: Konektivitas Diperkuat, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 17 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Harhubnas ke-55 di Kota Tual: Konektivitas Diperkuat, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

Harhubnas ke-55 di Kota Tual: Konektivitas Diperkuat, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

TUAL, Kabarsulselindonesia.web.id — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 di Kota Tual berlangsung khidmat di Pelataran Pelabuhan Yos Sudarso, Kamis (17/9/2026).

Mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi fondasi utama setiap pelayanan perhubungan.

Kegiatan tersebut diinisiasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tual sebagai tuan rumah. Upacara dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan Abduh Fadirubun, Kepala UPP Kelas II Tual Handi Abduh, S.Sos., Kepala UPBU Kelas II Karel Sadsuitubun Langgur Capt. Mark Ferdinan P., S.E., S.SiT., M.M., Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tual Jusuf Heljanan, S.T., M.H., Danyon C Pelopor Kompol Rudi Muskitta, perwakilan Forkopimda serta sejumlah tamu undangan.

Peserta upacara berasal dari berbagai unsur perhubungan, yakni Distrik Navigasi Kelas II Tual, UPBU Kelas II Karel Sadsuitubun Langgur, UPP Kelas II Tual, Pangkalan PLP/KPLP Kelas II Tual, Dinas Perhubungan Kota Tual, Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tenggara, serta TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Kota Tual.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Sekda Kota Tual Ridwan Abduh Fadirubun mewakili Wali Kota Tual yang sedang melaksanakan tugas di luar daerah.

Keselamatan Bukan Sekadar Prosedur

Dalam amanat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudi Purwagandi yang dibacakan pada upacara tersebut, ditekankan bahwa keselamatan transportasi tidak boleh dipandang sebatas kewajiban administratif.

Keselamatan harus menjadi tanggung jawab moral seluruh insan perhubungan dan benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayanan.

Pesan tersebut memiliki arti strategis bagi Kota Tual dan Maluku Tenggara yang karakter wilayahnya merupakan kawasan kepulauan. Transportasi laut dan udara menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat antarpulau serta menopang distribusi barang, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi.

Karena itu, pembangunan konektivitas tidak cukup hanya berbicara mengenai penambahan sarana dan prasarana.

Konektivitas harus menghasilkan perjalanan yang aman, pelayanan yang tertib, waktu tempuh yang lebih baik serta biaya logistik yang semakin efisien.

Transportasi Menjadi Urat Nadi Wilayah Kepulauan

Dalam amanat Menteri Perhubungan juga ditegaskan bahwa transportasi berperan menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan pusat pelayanan.

Bagi wilayah kepulauan seperti Tual dan Maluku Tenggara, keberadaan pelabuhan, kapal, bandar udara dan jaringan transportasi lainnya memiliki posisi yang sangat strategis.

Pelayanan transportasi yang terganggu dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam distribusi kebutuhan pokok, mobilitas warga, pelayanan kesehatan hingga aktivitas perekonomian.

Karena itu, semangat Harhubnas ke-55 harus diterjemahkan dalam kerja nyata: memperkuat konektivitas tanpa mengorbankan keselamatan.

Teknologi Harus Memperkuat Pengawasan

Transformasi digital juga menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan sektor transportasi.

Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efektivitas pengawasan, kepatuhan terhadap standar keselamatan serta kualitas pelayanan publik.

Namun teknologi tetap tidak dapat menggantikan integritas manusia.

Lima citra manusia perhubungan yang dibacakan dalam upacara menjadi pengingat bahwa insan perhubungan harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, terampil dan berperilaku jujur, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan.

Dengan demikian, keberhasilan sektor perhubungan tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.

Harhubnas Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan Harhubnas ke-55 di Kota Tual seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi.

Konektivitas harus terus diperkuat, tetapi aspek keselamatan, keamanan, pelayanan dan pengawasan tidak boleh berada di belakang.

Terlebih bagi masyarakat kepulauan, transportasi bukan sekadar alat perpindahan manusia dan barang. Transportasi adalah penghubung kehidupan masyarakat dan salah satu instrumen pemerataan pembangunan.

Semangat Harhubnas 2026 akhirnya bermuara pada satu pesan utama: Indonesia yang semakin terhubung harus pula menjadi Indonesia yang semakin aman dalam setiap perjalanan.

Dari Pelabuhan Yos Sudarso Kota Tual, semangat itu kembali ditegaskan: konektivitas dibangun, pelayanan diperkuat, tetapi keselamatan tidak boleh ditawar.

Editor: Bruce Elang

Kabarsulselindonesia.web.id