Baliho Tinggi Saat Kampanye, Harapan Warga Jangan Sampai Makin Rendah Setelah Terpilih

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Baliho Tinggi Saat Kampanye, Harapan Warga Jangan Sampai Makin Rendah Setelah Terpilih

Baliho Tinggi Saat Kampanye, Harapan Warga Jangan Sampai Makin Rendah Setelah Terpilih

MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, mempertanyakan realisasi sejumlah janji kampanye Bupati Mimika Johannes Rettob yang pernah disampaikan kepada masyarakat menjelang Pilkada 2024.

Menurut Edoardus, saat masa kampanye, baliho dan slogan pembangunan dipasang tinggi menjulang. Namun setelah terpilih, masyarakat kini menunggu bukti nyata dari janji-janji yang pernah disampaikan kepada publik.24/06/2026

   "Waktu kampanye baliho tinggi, harapan masyarakat Mimika lebih tinggi lagi. Setelah terpilih, harapan itu berubah menjadi janji yang harus ditepati," tegas Edoardus.

Ia mengingatkan bahwa salah satu komitmen yang pernah disampaikan adalah pembangunan infrastruktur dasar serta menjadikan Distrik Agimuga dan Distrik Kokonao sebagai distrik percontohan pembangunan.

Karena itu, Edoardus meminta Pemerintah Kabupaten Mimika membuka data dan progres pembangunan secara transparan kepada masyarakat.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain:

1. Apakah masyarakat Kokonao saat ini sudah menikmati layanan air bersih yang memadai?

2. Apakah listrik di Agimuga sudah menyala minimal delapan jam setiap hari dan program rumah layak huni telah direalisasikan?

3. Berapa besar dana Otonomi Khusus (Otsus) yang telah direalisasikan di dua distrik percontohan tersebut, dan program apa saja yang sudah dirasakan masyarakat?

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan janji baru, melainkan laporan capaian yang dapat diukur dan diverifikasi.

  "Tunjukkan kepada publik data realisasi pembangunan dan penggunaan dana Otsus. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana janji kampanye telah diwujudkan," ujarnya.

Edoardus menegaskan bahwa pertanyaan tersebut bukan untuk menyerang pemerintah daerah, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika.

"Jangan biarkan distrik percontohan hanya menjadi slogan politik. Masyarakat menunggu bukti, bukan sekadar janji," tutup Edoardus Rahawadan.

Amolonggo, Nimauwitimi, Saipa.

Ketua Pemuda Kei Mimika.

Editor : Bruce Elang