Bank Mandiri dan Pemkab Fakfak Percepat Digitalisasi E-Retribusi, Petani Pala Disiapkan Akses Permodalan
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Komitmen membangun tata kelola perkebunan yang modern dan berdaya saing di Kabupaten Fakfak memasuki babak baru. PT Bank Mandiri memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui percepatan implementasi sistem pembayaran E-Retribusi untuk komoditas perkebunan sekaligus membuka peluang penguatan akses pembiayaan bagi petani pala.
Langkah tersebut menjadi tindak lanjut atas Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama PT Bank Mandiri. Sebagai implementasinya, Vice President PT Bank Mandiri Area Sorong, Divva Sumardana, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi, ditandai dengan pemaparan berbagai program strategis yang tengah dijalankan pemerintah daerah dalam membangun sektor perkebunan, khususnya komoditas unggulan daerah, Pala Tomandin Fakfak.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Bank Mandiri diperkenalkan dengan pengembangan teknologi pala grafting atau sambung pucuk yang dikembangkan untuk mempercepat produksi tanaman pala unggul. Selain itu, mereka juga melihat secara langsung beragam produk turunan pala hasil proses hilirisasi yang terus dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas khas Fakfak.
Berbagai produk olahan tersebut menjadi gambaran bahwa pala tidak lagi dipandang semata sebagai komoditas hasil kebun, tetapi telah berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperluas pasar, meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, hingga memperkuat identitas Fakfak sebagai salah satu daerah penghasil pala berkualitas di Indonesia.
Vice President PT Bank Mandiri Area Sorong, Divva Sumardana, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan. Menurutnya, potensi ekonomi pala sangat besar, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari pengembangan industri hilir yang mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menilai sistem pengelolaan retribusi komoditas pala yang telah dibangun pemerintah daerah merupakan langkah maju menuju tata kelola yang semakin transparan, akuntabel, dan efisien.
"Bank Mandiri siap mendukung percepatan transformasi digital melalui implementasi sistem pembayaran E-Retribusi sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, aman, dan terdokumentasi secara elektronik," ujarnya.
Menurut Divva, digitalisasi transaksi tidak hanya memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam mengelola penerimaan retribusi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pedagang dan pelaku usaha. Sistem pembayaran elektronik dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, meminimalkan transaksi manual, memperkuat akuntabilitas penerimaan daerah, serta memberikan fleksibilitas pembayaran melalui berbagai layanan perbankan digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan digitalisasi E-Retribusi merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola sektor perkebunan. Selama ini, sebagian besar pembayaran retribusi masih dilakukan secara manual sehingga belum sepenuhnya memberikan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat maupun pemerintah.
"Dengan dukungan PT Bank Mandiri, kami berharap seluruh proses pembayaran retribusi dapat dilakukan secara elektronik sehingga lebih praktis, transparan, akurat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha perkebunan," katanya.
Tak hanya pada aspek digitalisasi, Widhi juga berharap kolaborasi tersebut berkembang ke sektor penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan bagi petani pala. Menurut dia, ketersediaan skema kredit yang mudah, cepat, dan sesuai karakter usaha perkebunan akan menjadi modal penting dalam meningkatkan produktivitas, memperluas areal tanam, mengembangkan usaha pascapanen, hingga memperkuat hilirisasi produk.
"Petani membutuhkan kemudahan akses permodalan agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Kami berharap sektor perbankan dapat menghadirkan berbagai skema pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha perkebunan sehingga petani dan pelaku usaha pala semakin berkembang dan mandiri," ujarnya.
Ia menegaskan, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dan PT Bank Mandiri bukan sekadar menghadirkan sistem pembayaran digital, tetapi menjadi fondasi dalam membangun ekosistem perkebunan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, pengelolaan Pala Tomandin Fakfak diharapkan semakin profesional, mendorong tumbuhnya investasi sektor perkebunan, memperluas akses pembiayaan bagi petani, memperkuat industri hilir berbasis pala, serta bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Di saat yang sama, langkah ini semakin mengukuhkan Kabupaten Fakfak sebagai salah satu pusat pengembangan pala unggulan Indonesia yang mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan transformasi digital.
Writter & Editor ; Den

























Komentar via Facebook