MIRIS! JALAN RAMBAT BETON 972 JUTA DI ULAK MEDANG MUARA PAWAN MASIH DALAM PEKERJAAN SUDAH PECAH DAN RETAK- RETAK.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 19 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

MIRIS! JALAN RAMBAT BETON 972 JUTA DI ULAK MEDANG MUARA PAWAN MASIH DALAM PEKERJAAN SUDAH PECAH DAN RETAK- RETAK.

KETAPANG, kabar sulsel indonesia.web.id. – Proyek pembangunan Jalan Rambat Beton di Desa Ulak Medang - Tanah Merah, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat. menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek yang masih dalam tahap pekerjaan sekarang ini sudah mengalami pecah dan retak-retak di beberapa titik.

Padahal proyek tersebut menelan anggaran yang tidak sedikit, yakni hampir 1 Miliar rupiah dari APBD Kabupaten Ketapang.

DATA PROYEK YANG MASIH DIKERJAKAN:

Surat Perjanjian Nomor: P/2478/APBD/DPUTR-B/600.1.9.3/VIII/2026, Tanggal: 13 Agustus 2026, Pekerjaan: Peningkatan Jalan Tanjung Pura - Ulak Medang - Tanah Merah (Jalan Rambat Beton) Nilai Kontrak: Rp. 972.572.000, Sumber Dana: APBD - DAU Kabupaten Ketapang TA 2026, Masa Pelaksanaan: 120 Hari (18 Agustus 2026 s/d 15 Desember 2026) Panjang: 302 Meter, Lebar 4 Meter, Tebal 20 Cm, Penyedia: CV. Sinar Sukses Bornieo Sejati, Sanggau

FAKTA DI LAPANGAN: MASIH KERJA SUDAH RETAK

Dari pantauan awak media di lapangan, kondisi jalan rambat beton yang masih dalam pekerjaan tersebut sudah terlihat pecah-pecah dan retak. Cor beton yang seharusnya mulus dan kokoh, kini sudah terlihat garis-garis retakan.

Kades Ulak Medang saat dikonfirmasi mengatakan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh masyarakat desa, yang punya CV orang Pontianak, dan sempat istirahat 2 hari sehingga dilewati motor.

TANGGAPAN KETUA IWO-I KETAPANG & LSM TINDAK

Ketua IWO-I Ketapang, Mustakim, menegaskan:

"Kalau jalan rambat beton yang masih dalam kerja saja sudah retak dan pecah, bagaimana nanti kalau sudah dipakai? Kami minta pengawasan dari Dinas PUTR Ketapang lebih diperketat. Jangan biarkan kontraktor kerja seenaknya."

LSM TINDAK, Supriadi, menambahkan:

"Untuk Kabupaten Ketapang jangan kerja asal jadi. Kerja harus yang bagus. Ini uang rakyat. Kalau masih dalam kerja saja sudah retak, berarti mutu beton dan cara kerjanya patut dipertanyakan. Harus dibongkar dan dicor ulang sesuai spek."

Warga Desa Ulak Medang berharap Dinas PUTR Kabupaten Ketapang segera turun ke lokasi melakukan pemeriksaan. Jika pekerjaan tidak sesuai mutu, kontraktor wajib memperbaiki dan tidak boleh dibayar sebelum kualitas benar-benar bagus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Sinar Sukses Bornieo Sejati belum dapat dikonfirmasi.

Penulis: sukardi