Pemulangan Haji Papua Tuntas,Tiga Jemaah Masih Dirawat dan Satu Wafat di Tanah Suci
Pemulangan Haji Papua Tuntas,Tiga Jemaah Masih Dirawat dan Satu Wafat di Tanah Suci
Makasar Kabarsulselindonesia.web.id – Kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) UPG-31 di Asrama Haji Debarkasi Makassar menandai berakhirnya proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi se-Papua pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dari total 827 jemaah haji asal Provinsi se-Papua yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 823 jemaah telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Sementara tiga jemaah masih menjalani perawatan medis di Madinah dan satu jemaah dilaporkan wafat di Makkah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional haji Provinsi se-Papua dapat berjalan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh unsur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Embarkasi-Debarkasi, petugas kloter maupun PPIH Arab Saudi,” ujar Musa Narwawan.
Menurutnya, penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M memiliki tantangan tersendiri karena berlangsung pada masa transisi kelembagaan setelah terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian tersendiri. Namun berkat koordinasi yang intensif dan penguatan sistem pelayanan, seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara optimal.
Ia menilai berbagai inovasi dan peningkatan koordinasi yang dilakukan pada musim haji tahun ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan jemaah.
“Pelayanan haji adalah amanah besar yang harus dijalankan secara profesional, akuntabel dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Meski berbagai tahapan berjalan baik, kami tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan di masa mendatang,” katanya.
Evaluasi Menyeluruh
Musa menegaskan bahwa Kemenhaj Papua akan melaksanakan evaluasi komprehensif bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efektif, efisien, transparan serta mampu memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah.
“Evaluasi merupakan bagian penting dari setiap penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai catatan dan masukan akan kami himpun untuk menjadi dasar penyempurnaan pelayanan pada musim haji berikutnya. Harapan kami, pelayanan haji di Papua terus meningkat dan semakin humanis sesuai amanat regulasi,” jelasnya.
827 Jemaah dan 14 Petugas Kloter
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) PPIH Provinsi Papua, jumlah jemaah haji asal Provinsi se-Papua pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai 827 orang, didampingi 14 petugas kloter.
Rinciannya meliputi:
- Kloter UPG-27: 384 jemaah dan 6 petugas.
- Kloter UPG-29: 382 jemaah dan 6 petugas.
- Kloter UPG-31: 61 jemaah dan 2 petugas (kloter gabungan dengan Provinsi Sulawesi Selatan).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 823 jemaah telah kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Makassar dalam kondisi baik.
Sementara itu, tiga jemaah masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Madinah, yakni:
1. Najamuddin Muhamad Shidik (63) asal Kabupaten Nabire di King Fahad Hospital Madinah.
2. Marhumah Sagga Tutu (57) asal Kota Jayapura di Saudi Germani Hospital Madinah.
3. Endang Pawistri Asral (71) asal Kabupaten Biak Numfor di King Salman Bin Abdul Aziz Hospital Madinah.
Di sisi lain, seorang jemaah atas nama Rasia Jabara Banto (65) asal Kabupaten Mimika dilaporkan wafat di Makkah pada 5 Juni 2026.
Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah serta memastikan seluruh hak dan layanan yang menjadi hak jemaah telah ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan tibanya Kloter UPG-31 di Debarkasi Makassar, maka secara resmi proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi se-Papua tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dinyatakan selesai.
Kemenhaj Papua menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh pengalaman penyelenggaraan haji tahun ini sebagai pijakan dalam memperkuat pelayanan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah pada musim haji mendatang.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook