TW III di Depan Mata, Serapan APBD 2026 Masih Dibayangi Pola Lama" Yohanis Wantik Kritik Kinerja Anggaran Pemkab Mimika, Singgung Lambannya Realisasi Program

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 15 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

TW III di Depan Mata, Serapan APBD 2026 Masih Dibayangi Pola Lama

"TW III di Depan Mata, Serapan APBD 2026 Masih Dibayangi Pola Lama"

Yohanis Wantik Kritik Kinerja Anggaran Pemkab Mimika, Singgung Lambannya Realisasi Program

Mimika Kabarsulselindonesia.web.id – Memasuki penghujung Triwulan II dan bersiap memasuki Triwulan III Tahun Anggaran 2026, salah satu tokoh pemuda Mimika, Yohanis Wantik, melontarkan kritik keras terhadap kinerja penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

Menurut Wantik, pemerintah daerah seharusnya sudah bergerak cepat mengeksekusi program-program prioritas. Namun hingga menjelang Triwulan III, realisasi anggaran dinilai masih jauh dari harapan dan terkesan mengulang pola keterlambatan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.15/06/2026

   "Tinggal menghitung jam memasuki Triwulan III, tetapi kalau bicara serapan APBD 2026 seolah-olah masih bermimpi dengan pola kerja APBD 2025. Ini tidak boleh terus berulang," tegas Wantik.

Ia menilai rendahnya serapan anggaran bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi berpotensi menghambat pembangunan dan memperlambat perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, setiap keterlambatan dalam eksekusi anggaran akan berdampak langsung terhadap pelaksanaan proyek, pelayanan publik, hingga kesempatan kerja bagi masyarakat.

  "APBD bukan angka yang hanya bagus di atas kertas. Anggaran harus bergerak menjadi program yang dirasakan rakyat. Kalau serapan lambat, maka pembangunan ikut tersendat dan ekonomi masyarakat juga ikut lesu," ujarnya.

Wantik mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terlena dengan laporan-laporan yang bersifat administratif semata, sementara realisasi di lapangan belum maksimal.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan disiplin dan mempercepat pelaksanaan kegiatan agar target pembangunan tahun 2026 tidak mengalami penumpukan di akhir tahun anggaran.

  "Jangan sampai setiap tahun penyakitnya sama. Masuk triwulan ketiga baru sibuk mengejar target. Akhirnya kualitas pekerjaan dikorbankan hanya karena ingin menghabiskan anggaran," katanya.

Yohanis Wantik juga mengingatkan bahwa masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan realisasi APBD 2026, sebab anggaran daerah merupakan instrumen utama untuk menjawab berbagai persoalan mendasar di Mimika, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

  "Rakyat tidak membutuhkan angka-angka yang indah dalam laporan. Rakyat membutuhkan bukti nyata bahwa APBD bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kalau serapan masih jalan di tempat, maka perlu ada evaluasi serius terhadap kinerja OPD yang tidak mampu menjalankan program tepat waktu," pungkasnya.

Editor: Bruce Elang