Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong Percepatan Tanam Musim Kedua

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong Percepatan Tanam Musim Kedua

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. 11 Agustus 2026 Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan, S.Sos., melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahun 2026 di Provinsi Maluku yang berlokasi  di Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Irjen Kementan didampingi jajaran Kodam XV/Pa?timura, antara lain Kasdam XV/Pa?timura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Rafles Manurung, serta Aster Kasdam XV/Pa?timura Kolonel Inf. Aris Prasetyo. Turut hadir dari Kementerian Pertanian Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Mataram,  

Suparman, S.P., M.P., beserta jajaran Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Dari Pemerintah Provinsi Maluku hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Program Cetak Sawah yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan Kodam XV/Pa?timura.

Pada Tahun Anggaran 2026, program tersebut menargetkan pembukaan lahan sawah seluas 1.453 hektar, yang terdiri atas 1.362 hektar di Kabupaten Seram Bagian Timur dan 91,56 hektar di Kabupaten Maluku Tengah.

Rombongan Irjen Kementerian Pertanian tiba di Bandara Kufar menggunakan pesawat CASA TNI dan disambut langsung oleh Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selama kunjungan, rombongan mengikuti paparan perkembangan pelaksanaan program cetak sawah yang disampaikan oleh Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Adi Eka Jaya Saputra, dilanjutkan dengan peninjauan lokasi cetak sawah di Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat, serta berdialog langsung dengan para petani penerima manfaat.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan konsultan pengawas di lapangan, progres pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahun 2026 secara umum berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan agar lahan yang telah selesai dicetak dapat segera diolah dan dimanfaatkan untuk penanaman pada musim tanam kedua, yang berlangsung pada periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.  

"Percepatan penyelesaian pekerjaan menjadi sangat penting agar lahan yang telah siap dapat  

segera dimanfaatkan oleh petani. Dengan demikian, target peningkatan luas tanam dan produksi padi di Provinsi Maluku dapat tercapai secara optimal," ujar Dr. Ilham.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa target Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Maluku periode Januari–Juni 2026 ditetapkan seluas 15.185 hektare. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai 12.450 hektare atau sekitar 82 persen dari target yang ditetapkan

Selain itu, pada Tahun 2026 Provinsi Maluku juga mendapatkan alokasi pengembangan budidaya padi melalui pendekatan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS)seluas 4.114 hektare yang tersebar pada empat kabupaten sentra produksi padi, yaitu Kabupaten Maluku Tengah seluas 1.890 hektare, Kabupaten Seram Bagian Barat 326 hektare, Kabupaten Seram Bagian Timur 208 hektare, dan Kabupaten Buru seluas 1.690 hektare.

Menurut Dr. Ilham, penerapan metode PM-AAS merupakan salah satu inovasi Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui penerapan mekanisasi, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta teknologi budidaya yang terintegrasi. Melalui pendekatan tersebut diharapkan produkvitas padi dapat meningkat dengan capaian rata-rata produksi sebesar 8–12 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Meski demikian, pelaksanaan pembangunan pertanian di Maluku masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama terdapat di Kabupaten Seram Bagian Timur, di mana sekitar 638 hektar lahan sawah belum dapat dimanfaatkan secara opmal akibat kerusakan jaringan irigasi primer, khususnya pada Bendung Waimatakabo dan Bendung Waybuby.

Menanggapi kondisi tersebut, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku yang turuthadir dalam kunjungan menyampaikan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan jaringan irigasi melalui rehabilitasi bendung yang mengalami kerusakan maupun melalui usulan pemerintah daerah yang diajukan melalui Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI).

Sebagai upaya mengansipasi potensi kekeringan pada sejumlah lokasi cetak sawah di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kementerian Pertanian juga akan menyalurkan bantuan sebanyak 35 unit irigasi pompa kepada kelompok tani pada Tahun 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan mendukung peningkatan produksi pangan diProvinsi Maluku.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepenngan, Program Cetak Sawah Tahun 2026 diharapkan mampu memperluas areal tanam ,meningkatkan produkvitas pertanian,sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Maluku secara berkelanjutan.

(M.N)