Laboratorium Teaching Industry SMKN 2 Fakfak Diresmikan, Tim 7 Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Laboratorium Teaching Industry SMKN 2 Fakfak Diresmikan, Tim 7 Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Tim 7 Ekspedisi Patriot meresmikan Laboratorium Teaching Industry di SMKN 2 Fakfak, Senin (28/9/2026). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendorong inovasi dan diversifikasi produk berbasis potensi lokal.

Peresmian Laboratorium Teaching Industry menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Tim 7 Ekspedisi Patriot yang dilaksanakan di Aula SMKN 2 Fakfak dengan dukungan PT Rimbun Sawit Papua dan Lampu Kita.

Laboratorium tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai proses pengembangan dan diversifikasi produk. Tidak hanya untuk kebutuhan pembelajaran, fasilitas ini juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat dan pelaku UMKM.

Dalam mendukung keberadaan laboratorium tersebut, Tim 7 Ekspedisi Patriot menyiapkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung proses diversifikasi produk.

Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot, Dr. Siti Nurhasanah, mengatakan keberadaan laboratorium tersebut merupakan salah satu bentuk upaya agar program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami berharap Laboratorium Teaching Industry ini bukan hanya menjadi sebuah ruangan dengan berbagai peralatan, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan produk. Potensi sagu dan jagung di wilayah ini sangat besar dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Dr. Siti Nurhasanah.

Menurutnya, diversifikasi produk menjadi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan baku lokal.

“Kami ingin mendorong agar potensi lokal tidak berhenti sebagai bahan baku. Dengan pengetahuan, peralatan, kreativitas, dan pendampingan yang tepat, sagu dan jagung dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan. Ini yang kami harapkan dapat terus dikembangkan oleh sekolah dan masyarakat,” katanya.

Kepala SMKN 2 Fakfak, Muhammad Nashir, S.Pd, menyampaikan bahwa keberlanjutan pemanfaatan laboratorium menjadi hal penting setelah program Tim 7 selesai dilaksanakan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan Tim 7 Ekspedisi Patriot dan seluruh pihak yang terlibat. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan. Laboratorium ini harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup dan dapat memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat,” ungkap Muhammad Nashir.

Ia berharap keberadaan Laboratorium Teaching Industry dapat memperkuat pembelajaran vokasi sekaligus membuka peluang kerja sama antara sekolah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Distrik Tomage-Bomberay, John Soleman Lolopayung, menilai fasilitas pembelajaran dan pengembangan produk memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Program seperti ini sangat baik karena tidak hanya memberikan bantuan berupa fasilitas, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk belajar dan mengembangkan potensi yang ada. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” kata John Soleman.

Dari sisi keamanan, Kapolsek Bomberay-Tomage Iptu Dodik Junaidi, S. Sos., M.H., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Kami mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi muda. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Dari sisi keamanan, kami siap mendukung agar seluruh kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Kepala SMKN 2 Fakfak, Sekretaris Distrik Tomage-Bomberay, Kapolsek Bomberay-Tomage, Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot, serta perwakilan Lampu Kita.

Laboratorium Teaching Industry diharapkan dapat menjadi salah satu sarana yang mendukung pembelajaran berbasis praktik, inovasi, diversifikasi produk, dan pengembangan potensi ekonomi lokal di Fakfak.

 

Editor : Den