APPOAP Soroti Minimnya Akses Pengusaha OAP, Pertanyakan Peluang Usaha Enam Bulan Pemerintahan Berjalan
APPOAP Soroti Minimnya Akses Pengusaha OAP, Pertanyakan Peluang Usaha Enam Bulan Pemerintahan Berjalan
Timika, Kabarsulselindonesia.web.id – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap masih terbatasnya akses informasi dan kesempatan usaha bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Memasuki enam bulan pemerintahan Kabupaten Mimika berjalan, APPOAP menilai pelaku usaha lokal masih menghadapi berbagai kendala untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.26/06/2026
Ketua dan pengurus APPOAP mengungkapkan bahwa hingga 26 Juni 2026 mereka masih menerima berbagai aspirasi dari pengusaha OAP yang mengaku kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah maupun peluang pekerjaan yang dibiayai melalui APBD.
Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya telah berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, komunikasi tersebut dinilai belum berjalan optimal karena berbagai alasan, mulai dari kepala OPD yang sedang mengikuti rapat, melaksanakan tugas luar daerah, hingga memiliki agenda kedinasan lainnya.
"Kami memahami kesibukan pemerintah daerah. Namun apabila kondisi ini terus berulang, tentu akan menyulitkan pengusaha Orang Asli Papua yang ingin memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam pembangunan," demikian pernyataan APPOAP.
Di sisi lain, APPOAP mengapresiasi komitmen Bupati Mimika, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah yang dalam berbagai kesempatan terus mendorong percepatan pelaksanaan program pembangunan serta peningkatan serapan anggaran APBD.
Meski demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di lapangan.
Berdasarkan pemantauan APPOAP terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi jasa konsultansi, perencanaan, dan pengawasan. Sementara peluang pekerjaan konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal dinilai belum terlihat secara signifikan.
Atas kondisi tersebut, APPOAP mengajukan sejumlah pertanyaan yang menurut mereka penting dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah.
Apabila kegiatan pembangunan telah berjalan, melalui mekanisme apakah paket-paket pekerjaan tersebut dilaksanakan? Sebaliknya, apabila sebagian besar kegiatan masih belum berjalan, kendala apa yang menyebabkan percepatan pelaksanaan APBD belum terealisasi secara optimal?
APPOAP menegaskan bahwa pertanyaan tersebut bukan merupakan tuduhan, melainkan bentuk kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha Orang Asli Papua.
Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP, APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun menurut mereka, dukungan tersebut perlu dibarengi dengan keterbukaan informasi, komunikasi yang efektif, dan kesempatan yang setara bagi pengusaha lokal.
Untuk itu APPOAP meminta Pemerintah Kabupaten Mimika agar:
1. Membuka ruang audiensi resmi antara pemerintah daerah dan pengusaha Orang Asli Papua.
2. Menyampaikan perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka kepada masyarakat.
3. Mendorong seluruh OPD membangun komunikasi yang lebih baik dengan pelaku usaha lokal.
4. Memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, persaingan usaha yang sehat, dan keadilan.
5. Memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua untuk berpartisipasi dalam pembangunan sesuai kebijakan afirmatif yang berlaku.
APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu mendorong tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi di tanahnya sendiri.
"Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran."»
Hormat kami,
ALIANSI PEDULI PENGUSAHA ORANG ASLI PAPUA (APPOAP)
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook