Ketika Operasi Katarak Gratis Menjadi Wajah Pelayanan Kesehatan Era Bupati Samaun Dahlan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketika Operasi Katarak Gratis Menjadi Wajah Pelayanan Kesehatan Era Bupati Samaun Dahlan

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Kabupaten Fakfak kembali menjadi panggung bagi sebuah ikhtiar kemanusiaan. Sebanyak 250 warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akibat gangguan penglihatan akhirnya memperoleh kesempatan menjalani operasi katarak dan pterigium secara gratis melalui bakti sosial hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Fakfak dengan Tim Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Barat di RSUD Fakfak, Kamis, 2 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu layanan kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan di Fakfak. Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Sebanyak 500 pasien mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. Namun setelah melalui proses skrining medis yang ketat, hanya 250 pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani tindakan operasi. Sementara itu, sekitar 250 peserta lainnya tetap memperoleh pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan mata serta bantuan kacamata secara gratis sesuai kondisi medis masing-masing.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk nyata keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Bagi saya, kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan, tetapi merupakan kegiatan kemanusiaan yang sangat mulia. Melalui kegiatan ini kita memberikan harapan baru kepada masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan agar dapat kembali melihat, bekerja, beribadah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," kata Samaun dalam sambutannya.

Ia mengaku baru dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sehari sebelumnya masih melaksanakan tugas kedinasan di Manokwari. Meski demikian, ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Samaun kembali menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Menurut dia, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, mulai dari pemeriksaan, tindakan medis hingga pemberian obat sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan tersebut lahir dari realitas yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat Fakfak. Banyak warga yang menunda berobat karena terbentur biaya. Tidak sedikit yang memilih bertahan di rumah atau mengandalkan pengobatan seadanya.

"Kini kondisinya sudah berbeda. Rumah sakit setiap hari dipenuhi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tempat tidur rumah sakit hampir selalu terisi. Ini menunjukkan masyarakat mulai percaya terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah," ujarnya.

Bagi Samaun, pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya gedung atau bertambahnya infrastruktur fisik. Menurutnya, pembangunan yang sesungguhnya dimulai ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dasar secara layak.

Pandangan itu pula yang melahirkan program makan gratis bagi pendamping pasien di RSUD Fakfak, jauh sebelum pemerintah pusat melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis.

Selama tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Fakfak menyediakan makan tiga kali sehari bagi dua orang pendamping setiap pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Program tersebut terutama membantu masyarakat yang datang dari Karas, Teluk Patipi, Kokas, Bomberay, serta distrik-distrik lain yang harus menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota kabupaten.

Sepanjang tahun lalu, sekitar 34 ribu pendamping pasien telah merasakan manfaat program tersebut. Pemerintah daerah memastikan program itu akan terus dilanjutkan karena terbukti membantu meringankan beban masyarakat.

Di hadapan tim dokter spesialis mata dari PERDAMI Jawa Barat, Bupati Fakfak juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan mereka datang memberikan pelayanan bagi masyarakat di wilayah paling barat Provinsi Papua Barat.

Menurutnya, kehadiran para dokter spesialis merupakan bentuk pengabdian yang tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga mengembalikan harapan banyak keluarga.

Samaun turut mengungkapkan kisah seorang imam masjid yang selama beberapa waktu hampir selalu menyampaikan keluhannya setiap kali bertemu karena penglihatannya terus menurun sehingga mengalami kesulitan saat memimpin salat.

Setelah memperoleh tindakan operasi, sang imam kini dapat kembali melihat dengan jauh lebih baik.

"Kisah seperti inilah yang menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk terus menghadirkan program-program pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Selain memperluas layanan kesehatan gratis, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus memperkuat kapasitas RSUD Fakfak. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan gedung Intensive Care Unit (ICU) yang baru sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah juga berkomitmen mendatangkan lebih banyak dokter spesialis agar masyarakat tidak lagi harus keluar daerah untuk memperoleh pelayanan medis yang sebenarnya dapat ditangani di Fakfak.

Tak hanya itu, pemerintah juga tetap menyiapkan bantuan bagi warga yang karena pertimbangan medis harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani pengobatan lanjutan.

Usai membuka kegiatan, Bupati Fakfak didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah meninjau langsung ruang operasi katarak di RSUD Fakfak. Mereka berdialog dengan tim dokter dan tenaga kesehatan sekaligus memberikan semangat kepada para pasien yang tengah menjalani proses pelayanan.

Bagi sebagian orang, operasi mata mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit. Namun bagi ratusan warga Fakfak yang kembali dapat melihat wajah keluarga, membaca kitab suci, bekerja, atau sekadar menikmati cahaya pagi, tindakan sederhana itu menjadi awal dari kehidupan yang baru.

Di situlah makna sesungguhnya dari pelayanan publik hadir: bukan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga mengembalikan harapan, martabat, dan kualitas hidup masyarakat.

 

Writter & Editor : Den