Rapimpurda KNPI Maluku Tenggara Digelar, Pemuda Diingatkan Jangan Terjebak Seremoni dan Retorika Kosong
Rapimpurda KNPI Maluku Tenggara Digelar, Pemuda Diingatkan Jangan Terjebak Seremoni dan Retorika Kosong
Malra Kabarsulselindonesia.web.id – Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) KNPI Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 resmi digelar sebagai forum konsolidasi organisasi kepemudaan. Sejumlah tokoh pemuda, perwakilan organisasi, serta unsur pemerintah hadir dan menyampaikan pandangan mengenai arah gerakan pemuda ke depan.
Namun di balik pelaksanaan forum tersebut, muncul harapan sekaligus kritik agar Rapimpurda tidak sekadar menjadi panggung pidato dan agenda seremonial yang berakhir tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari pengangguran, minimnya akses ekonomi, hingga terbatasnya ruang pengembangan kapasitas, KNPI dituntut membuktikan diri sebagai organisasi perjuangan, bukan sekadar organisasi yang aktif saat rapat dan pemilihan kepengurusan.
"Pemuda hari ini tidak membutuhkan banyak slogan. Yang dibutuhkan adalah keberanian melahirkan program konkret yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ungkap salah satu peserta forum.
Sejumlah pembicara yang tampil dalam Rapimpurda menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi lintas organisasi kepemudaan. Namun publik menilai ukuran keberhasilan bukan terletak pada banyaknya sambutan atau dokumentasi kegiatan, melainkan pada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah forum berakhir.
Rapimpurda juga menjadi ujian bagi KNPI Maluku Tenggara untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan masih relevan di tengah meningkatnya sikap apatis sebagian generasi muda terhadap organisasi.
Jika forum ini hanya menghasilkan rekomendasi tanpa tindak lanjut yang jelas, maka Rapimpurda berisiko menjadi agenda rutin yang menghabiskan waktu dan anggaran tanpa memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.
Sebaliknya, jika seluruh keputusan yang dihasilkan mampu diterjemahkan menjadi program nyata dan gerakan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat, maka Rapimpurda dapat menjadi titik awal kebangkitan peran pemuda sebagai kekuatan perubahan di Maluku Tenggara.
Publik kini menunggu, apakah Rapimpurda KNPI 2026 akan melahirkan terobosan nyata atau kembali menjadi forum yang ramai saat berlangsung, namun sunyi ketika saatnya bekerja untuk rakyat.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook