SiLPA Mimika Menggunung, Pembangunan Terhambat: Perencanaan Ambisius, Eksekusi Lemah
SiLPA Mimika Menggunung, Pembangunan Terhambat: Perencanaan Ambisius, Eksekusi Lemah
TIMIKA, Kabarsulselindonesis.web.id – Tingginya angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan. Besarnya dana APBD yang tidak terserap dinilai mencerminkan lemahnya pelaksanaan program pemerintah, sehingga berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.26/06/2026
Pengamat kebijakan publik Deby Santoso menilai fenomena SiLPA yang terus tinggi bukan sekadar persoalan administrasi keuangan, tetapi menjadi indikator bahwa perencanaan dan pelaksanaan anggaran belum berjalan secara optimal.
"Anggaran telah disiapkan, tetapi realisasi di lapangan tidak mampu mengejar target. Akibatnya, banyak program pembangunan tertunda bahkan berpotensi mangkrak, sementara masyarakat masih menunggu manfaat dari APBD," ujarnya.
Menurut Deby, terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab tingginya SiLPA di Kabupaten Mimika.
Pertama, perencanaan anggaran yang kurang matang. Target pendapatan dan program pembangunan dinilai terlalu ambisius, namun tidak dibarengi dengan kesiapan pelaksanaan yang realistis.
Kedua, keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa. Lambatnya pelaksanaan tender membuat waktu pengerjaan proyek semakin sempit sehingga banyak kegiatan tidak dapat diselesaikan hingga akhir tahun anggaran.
Ketiga, kendala administrasi dan pelaporan keuangan. Dalam beberapa kasus, kegiatan telah dilaksanakan, tetapi proses administrasi dan pertanggungjawaban tidak selesai sebelum penutupan tahun anggaran sehingga memengaruhi penyerapan belanja.
Deby mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berulang, SiLPA yang terus membesar dapat menjadi sinyal lemahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola APBD secara efektif.
"APBD seharusnya menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru mengendap sebagai sisa anggaran dari tahun ke tahun," tegasnya.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas perencanaan, percepatan proses pengadaan, serta penguatan pengawasan dan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Penulis: Deby Santoso
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook