RP: BRIDA Jangan Keluar Jalur, Fokus pada Riset dan Inovasi, Bukan Jualan Pasir Tailing
RP: BRIDA Jangan Keluar Jalur, Fokus pada Riset dan Inovasi, Bukan Jualan Pasir Tailing
MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Menanggapi pemberitaan terkait keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam pengelolaan maupun rencana pemanfaatan pasir tailing, RP mempertanyakan relevansi tugas lembaga tersebut dengan aktivitas yang lebih dekat pada urusan bisnis dan pengelolaan sumber daya.07/06/2026
Menurut RP, jika disimak secara logis, tugas pokok BRIDA adalah melakukan penelitian, pengkajian, dan pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan terlibat langsung dalam urusan penjualan atau pengelolaan material tambang.
“Kalau bicara pasir tailing, itu lebih dekat dengan kewenangan sektor pertambangan, energi, dan pendapatan daerah. Ada instansi teknis yang memang memiliki tugas mengatur, mengawasi, dan mengelola aspek tersebut. Jangan sampai fungsi BRIDA menjadi kabur,” tegas RP.
RP menilai BRIDA seharusnya hadir sebagai lembaga yang melahirkan gagasan, kajian ilmiah, dan inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Riset itu bukan soal menjual pasir tailing. Riset adalah bagaimana menemukan sesuatu yang belum ada atau mengembangkan potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai contoh, RP menyebut BRIDA dapat melakukan kajian ilmiah tentang budidaya kepiting, mulai dari teknik pembenihan, pengembangan pakan, peningkatan produktivitas, hingga strategi pemasaran agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
“Kalau BRIDA mampu melahirkan model budidaya kepiting yang meningkatkan hasil panen masyarakat dua atau tiga kali lipat, itu baru namanya riset dan inovasi. Ada manfaat langsung yang dirasakan rakyat, ada produk unggulan daerah yang lahir, ada lapangan kerja yang tercipta,” katanya.
RP mengingatkan agar BRIDA tidak terjebak pada aktivitas yang berpotensi mengaburkan fungsi utamanya sebagai lembaga penelitian dan inovasi daerah.
“Daerah ini membutuhkan banyak terobosan. Mulai dari perikanan, pertanian, peternakan, hingga pengembangan UMKM. Energi dan anggaran BRIDA seharusnya diarahkan ke sana. Jangan sampai lembaga yang dibentuk untuk melahirkan inovasi justru lebih sibuk mengurus komoditas yang bukan menjadi tugas utamanya,” pungkas RP.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook