Daerah Kepulauan Butuh Strategi Khusus,Unair Kawal Penyusunan Program Kesehatan Malra 2027
Daerah Kepulauan Butuh Strategi Khusus,Unair Kawal Penyusunan Program Kesehatan Malra 2027
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) turun langsung mendampingi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam menyusun program kesehatan tahun 2027. Pendampingan tersebut dinilai krusial mengingat tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan.09/06/2026
Koordinator Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Dr. Setia Harsaman, drg., M.Kes., menegaskan bahwa kondisi geografis Maluku Tenggara menuntut adanya perencanaan yang matang, terintegrasi, dan berbasis data.
"Ketika cuaca buruk dan kapal tidak bisa berlayar, distribusi obat-obatan dan alat kesehatan ikut terganggu. Karena itu, daerah kepulauan membutuhkan perencanaan yang luar biasa," tegas Setia Harsaman saat membuka kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan di Langgur, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Seluruh program harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat agar anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.
"Kalau ada seribu ibu hamil, maka yang menjadi sasaran harus benar-benar seribu ibu hamil itu. Kalau ada anak berisiko stunting, intervensinya juga harus tepat. Semua harus berbasis bukti dan data," ujarnya.
Ia menjelaskan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair mendapat mandat dari Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan RI untuk mendampingi tujuh wilayah di Indonesia, dan Kabupaten Maluku Tenggara menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus.
Selain tantangan geografis, Setia juga mengingatkan bahwa sektor kesehatan saat ini berada dalam situasi yang penuh turbulensi akibat pengaruh globalisasi dan dinamika geopolitik dunia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen melalui pendekatan Penta Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media.
"Pembangunan kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama. Kalau kolaborasi ini berjalan baik, maka program kesehatan akan lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Bahkan, ia mengusulkan pembentukan forum kesehatan di bawah Dinas Kesehatan sebagai wadah bersama untuk memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan efektivitas program kesehatan di Maluku Tenggara.
Pendampingan yang dilakukan Unair akan berlangsung dalam tiga tahapan, mulai dari workshop perdana pada 9-11 Juni 2026, dilanjutkan workshop kedua pada Agustus, hingga finalisasi dan sosialisasi dokumen perencanaan pada pertengahan September mendatang.
"Kami datang bukan untuk mengintervensi, tetapi untuk mendampingi agar Maluku Tenggara memiliki dokumen perencanaan kesehatan yang kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas," pungkasnya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook