Sinergi Angkasa Pura Pattimura dan YBKN: Perkuat K3 Kerja, Edukasi Deteksi Dini Tumor dan Kanker

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sinergi Angkasa Pura Pattimura dan YBKN: Perkuat K3 Kerja, Edukasi Deteksi Dini Tumor dan Kanker

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Pattimura menjalin kolaborasi dengan Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) Cabang Maluku untuk meningkatkan kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemahaman kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gedung Administrasi lantai 2, Jumat (24/7/2026) mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIT.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pegawai dan lingkungan sekitar, yang dirangkai dalam dua sesi materi yang saling melengkapi.

-Bekali Pegawai Keahlian Pertolongan Pertama

Pada sesi pertama, tim internal perusahaan menggelar knowledge sharing tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Materi difokuskan pada penanganan tepat saat terjadi kegawatdaruratan sebelum bantuan medis tiba.

Peserta diajarkan prinsip dasar keselamatan, serta metode evaluasi kondisi korban menggunakan teknik ASNT (Awas, Suara, Nyeri, Tidak merespon) dan LDR (Lihat, Dengar, Rasakan).

"Kepanikan adalah musuh utama saat kejadian. Dengan metode sederhana ini, kami ingin pegawai mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam memberikan pertolongan pertama," ujar perwakilan manajemen Bandara Pattimura.

-Edukasi Kunci: Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker

Sesi kedua menghadirkan narasumber resmi dari YBKN Maluku, Nisa, yang mengupas tuntas pencegahan dan deteksi dini tumor serta kanker. Ia menjelaskan karakteristik berbagai penyakit, mulai dari tumor jinak seperti lipoma dan fibroadenoma mammae (FAM), hingga kanker ganas yang sering tidak menunjukkan gejala awal seperti kanker nasofaring.

Nisa juga menekankan hal krusial: pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan kanker tetap berisiko mengalami kekambuhan dalam kurun waktu 1 hingga 3 tahun jika tidak dibarengi perawatan pencegahan yang konsisten.

"Deteksi dini dan perawatan berkelanjutan adalah kunci utama. Banyak kasus terlewat karena tidak ada gejala spesifik di tahap awal, sehingga kesadaran untuk memeriksakan diri sedini mungkin sangatlah penting," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Bandara Pattimura berharap seluruh pegawai tidak hanya tangguh dalam keselamatan kerja, tetapi juga lebih peka terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga, serta mampu menularkan kesadaran tersebut kepada masyarakat luas.

(M.N)