Bukan Sekadar Janji, Kapolres Fakfak Kembali ke Waserat Membawa 25 Sak Semen
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Janji kadang mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah diwujudkan. Di Kampung Waserat, Distrik Fakfak Timur Tengah, Kabupaten Fakfak, sebuah janji justru kembali dalam bentuk yang dapat disentuh: 25 sak semen.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., bersama sejumlah perwira dan anggota Polres Fakfak, mendatangi Kampung Waserat, Jumat, 11 September 2026. Kedatangan itu dikemas dalam kegiatan Jumat Curhat, sekaligus penyerahan bantuan bahan bangunan untuk pembangunan Gereja GKI Bethel Kampung Waserat.
Bantuan tersebut bukan sekadar pemberian material bangunan. Ada cerita tentang sebuah komitmen yang sebelumnya disampaikan Kapolres kepada masyarakat. Janji itu dibuat ketika berlangsung kegiatan penggalangan dana untuk pembangunan Gereja Kampung Waserat dan Masjid Kampung Sahrei, Distrik Fakfak Timur.
Hari itu, janji tersebut menemukan bentuknya.
Sebanyak 25 sak semen diserahkan langsung Kapolres kepada pihak gereja. Bantuan itu menjadi bagian dari dukungan Polres Fakfak terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat di kampung tersebut.
“Pada hari ini saya bersama beberapa perwira dan anggota Polres Fakfak datang ke Kampung Waserat membawa bahan bangunan berupa semen sebagai bentuk kepedulian Polres Fakfak kepada masyarakat Kampung Waserat sekaligus menepati janji yang telah saya sampaikan sebelumnya,” ujar Naim Ishak.
Di Waserat, Kapolres tidak datang hanya untuk menyerahkan bantuan. Melalui Jumat Curhat, ia duduk bersama masyarakat dan membuka ruang percakapan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Pemerintah kampung, pengurus gereja, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat menyambut kedatangan rombongan Polres Fakfak. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat kepolisian dan warga.
Di tengah tugas kepolisian yang identik dengan keamanan dan penegakan hukum, pertemuan semacam itu memperlihatkan sisi lain dari kehadiran seorang Kapolres: mendengar sebelum bertindak, mendekat sebelum mengambil jarak, dan menjadikan masyarakat bukan sekadar objek pelayanan, melainkan bagian dari percakapan.
Bagi masyarakat Waserat, 25 sak semen mungkin bukan jumlah yang besar jika dilihat dari keseluruhan kebutuhan pembangunan sebuah gereja. Namun, nilai sebuah bantuan tidak selalu ditentukan oleh besarnya nominal. Ada pesan yang lebih penting di baliknya: sebuah ucapan yang pernah disampaikan tidak dilupakan.
Masyarakat pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolres Fakfak beserta seluruh rombongan. Kehangatan pertemuan kemudian berlanjut dalam jamuan kasih di rumah Yosias Yawud, Ketua BAPERKAM Kampung Waserat.
Tidak ada panggung besar dalam pertemuan itu. Tidak pula kemeriahan yang berlebihan. Yang hadir justru suasana sederhana masyarakat, polisi, tokoh kampung dan pengurus gereja duduk dalam ruang yang sama.
Dari suasana sederhana itu, hubungan antara polisi dan masyarakat menemukan makna yang lebih luas. Keamanan tidak semata-mata dibangun melalui patroli, penindakan, dan penegakan hukum. Ia juga tumbuh dari kepercayaan, komunikasi, kepedulian, serta kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Kunjungan Kapolres Fakfak ke Waserat akhirnya menyisakan satu pesan yang sederhana tetapi kuat: janji yang ditepati jauh lebih berarti daripada janji yang sekadar diucapkan.
Dan di sebuah kampung di Fakfak, 25 sak semen hari itu menjadi tanda bahwa kepedulian tidak berhenti sebagai kata-kata. Ia bisa datang, mengetuk pintu, duduk bersama masyarakat, lalu ikut menopang sebuah rumah ibadah yang sedang dibangun.
Kegiatan Jumat Curhat dan penyerahan bantuan tersebut berlangsung aman, lancar, serta kondusif.
Writter : Rilis Humas | Editor : Den

























Komentar via Facebook