Karas Jadi Lokomotif Pala Unggul Fakfak, 3.000 Bibit Pala Tomandin Mulai Ditanam di Lahan 30 Hektare
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak mulai merealisasikan Program Daerah Pala Unggul Tahun Anggaran 2026 dengan menjadikan Distrik Karas sebagai salah satu pusat pengembangan baru Pala Tomandin.
Sebanyak 3.000 bibit pala unggul kini mulai ditanam di lahan seluas 30 hektare sebagai bagian dari strategi memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat posisi Fakfak sebagai daerah penghasil pala berkualitas di Indonesia.
Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak ini tidak hanya berorientasi pada penambahan luasan kebun, tetapi juga diarahkan untuk membangun fondasi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas yang selama ini menjadi identitas sekaligus kekuatan historis Kabupaten Fakfak.
Berdasarkan hasil verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), sebanyak 30 hektare lahan di Distrik Karas dinyatakan layak menerima program tersebut. Lokasi pengembangan tersebar di tiga kampung, yakni Kampung Faur, Kampung Malakuli, dan Kampung Tuberwasak, dengan melibatkan lima kelompok tani dan 29 petani penerima manfaat.
Kelompok Tanistuping di Kampung Faur memperoleh alokasi 3 hektare untuk tiga petani. Kelompok Burhanudin Bay di Kampung Malakuli menerima 12 hektare bagi 12 petani.
Kelompok Kasir di Kampung Tuberwasak memperoleh 3 hektare untuk tiga petani. Sementara Kelompok Depurin mendapatkan 7 hektare bagi enam petani, dan Kelompok Nusa Bona menerima 5 hektare untuk lima petani.
Sebanyak 3.000 bibit Pala Tomandin unggul didistribusikan untuk ditanam dengan pola budidaya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pala Tomandin Fakfak. Setiap hektare ditanami sekitar 100 pohon menggunakan jarak tanam 10 x 10 meter.
Menariknya, sistem budidaya yang diterapkan mengadopsi konsep agroforestri. Pala ditanam berdampingan dengan tanaman tahunan maupun komoditas perkebunan lain yang telah tumbuh di lahan masyarakat.
Pendekatan ini diyakini mampu menjaga tutupan vegetasi, meningkatkan kesuburan tanah, memperkuat konservasi lingkungan, sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani selama tanaman pala belum memasuki masa produksi.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si., mengatakan distribusi bibit dilakukan langsung oleh tim Dinas Perkebunan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 42 menuju Distrik Karas.
Menurut Imelda, pendampingan kepada petani menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program.
"Kami tidak hanya mendistribusikan bibit, tetapi juga memberikan edukasi teknis dan praktik langsung melalui demplot di beberapa lahan petani. Pendampingan ini bertujuan agar petani memahami teknik penanaman sesuai SOP, mulai dari penentuan titik tanam, penggunaan jarak tanam, pembuatan lubang, teknik penanaman hingga pemeliharaan awal sehingga tingkat keberhasilan tumbuh bibit menjadi lebih optimal," ujarnya.
Ia berharap seluruh bibit yang telah disalurkan segera ditanam sehingga dapat berkembang menjadi kebun pala produktif dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan program perluasan tanaman pala seluas 50 hektare yang dipusatkan di Distrik Karas dan Distrik Fakfak Barat.
Menurut Widhi, penentuan lokasi tidak dilakukan berdasarkan pembagian kuota wilayah, melainkan melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan kesiapan masyarakat.
"Program ini tidak dibagi berdasarkan kuota per distrik ataupun kampung. Yang kami utamakan adalah petani yang benar-benar berminat, telah mengusulkan diri, memiliki lahan yang siap ditanami, serta berkomitmen melakukan penanaman segera setelah bibit diterima," katanya.
Pendekatan tersebut, lanjut Widhi, diterapkan agar bibit yang telah didistribusikan tidak terlambat ditanam sehingga kualitas tanaman tetap terjaga dan tingkat keberhasilan program semakin tinggi.
Pemilihan Distrik Karas dan Distrik Fakfak Barat sebagai lokasi pengembangan juga didasarkan pada besarnya potensi lahan, kesesuaian agroklimat, tingginya antusiasme masyarakat, serta kesiapan petani dalam mengembangkan komoditas pala. Kedua wilayah ini diproyeksikan menjadi sentra baru Pala Tomandin Fakfak yang akan menopang peningkatan produksi pala berkualitas di masa mendatang.
Selain menyediakan bibit unggul, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberikan insentif tanam sebesar Rp4 juta per hektare kepada setiap penerima manfaat.
Insentif tersebut bukan merupakan upah, melainkan dana stimulan yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan awal budidaya, mulai dari pembukaan jalur tanam, pembuatan lubang, pengangkutan bibit, penanaman, pemasangan ajir hingga pemeliharaan awal tanaman.
Untuk memperkuat tata kelola program yang transparan dan akuntabel, Dinas Perkebunan bekerja sama dengan Kantor Kas Bank Papua Distrik Karas membuka rekening bagi seluruh penerima manfaat. Melalui mekanisme ini, insentif disalurkan secara langsung sekaligus menjadi sarana peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
"Kami ingin petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mulai membangun budaya menabung, mengelola hasil usaha secara lebih baik, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Karena itu penyaluran dilakukan melalui rekening masing-masing penerima manfaat," kata Widhi.
Ia menegaskan, Program Daerah Pala Unggul bukan sekadar kegiatan distribusi bibit, melainkan investasi pembangunan jangka panjang yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan.
"Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi masa depan. Jika dirawat dengan baik, kebun-kebun pala ini akan menjadi sumber pendapatan keluarga, menjaga kelestarian lingkungan melalui sistem agroforestri, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Fakfak sebagai sentra Pala Tomandin yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional hingga pasar internasional," ujar Widhi.
Melalui perluasan areal tanam yang dilakukan secara terencana dan berbasis kesiapan petani, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap Program Daerah Pala Unggul menjadi tonggak lahirnya sentra-sentra produksi baru yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan pala sebagai komoditas unggulan yang telah mengangkat nama Fakfak sejak berabad-abad lalu.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook