Serap 10.000 Ton Gabah, Stok Bulog Maluku Mencukupi 3 Bulan Ke Depan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Serap 10.000 Ton Gabah, Stok Bulog Maluku Mencukupi 3 Bulan Ke Depan

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Perum Bulog Kanwil Maluku & Maluku Utara mencatat lonjakan penyerapan gabah yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu, sekaligus menyiapkan stok beras aman untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Hal ini disampaikan Manager Pengadaan dan Operasi Perum Bulog Maluku–Malut, Abdulaziz, seusai mengikuti rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku di Kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Kamis (13/8/2026).

Abdulaziz mengawali dengan menyampaikan rasa syukur atas pembahasan pembangunan pertanian yang komprehensif dan berkelanjutan. "Swasembada pangan tidak bisa diwujudkan oleh satu instansi saja. Ini memerlukan sinergi dan kolaborasi agar Maluku mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri," tegasnya.

Ia mengakui, saat ini produksi beras di Maluku belum mencukupi kebutuhan sehingga masih didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Namun perkembangan pengadaan gabah lokal menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan.

"Hingga saat ini, penyerapan gabah oleh Bulog sudah mencapai 10.000 ton, naik sekitar 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dari gabah tersebut, stok beras yang sudah tersedia untuk wilayah Maluku sudah mencapai 6.000 ton lebih — yang disalurkan untuk Bantuan Pangan dan Beras SPHP," jelas Abdulaziz.

Secara keseluruhan, stok beras Bulog di Maluku saat ini mencapai sekitar 17.000 ton. Sebanyak 7.000 ton lebih dialokasikan untuk penyaluran Bantuan Pangan, sehingga tersisa cadangan sekitar 10.000 ton yang dinilai cukup untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Abdulaziz menjelaskan bahwa produksi beras petani Maluku sebenarnya sudah cukup baik, namun lahan yang baru dibuka membuat total hasil panen belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, dua pendekatan sekaligus sedang dijalankan:

-Intensifikasi, meningkatkan hasil panen di lahan yang sudah ada melalui perbaikan sistem irigasi dan penerapan pola tanam modern;

-Ekstensifikasi, membuka lahan pertanian baru untuk memperluas areal tanam.

"Dengan perbaikan irigasi dan penerapan pola tanam modern, kami optimis produksi akan terus naik. Mudah-mudahan ke depan, kebutuhan beras masyarakat Maluku dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi sendiri," harap Abdulaziz.

(M.N)