Jelang Final Piala Dunia 2026, Polisi dan Suporter di Tual-Malra Satu Komando: Tidak Ada Sweeping, Tidak Ada Provokasi
Jelang Final Piala Dunia 2026, Polisi dan Suporter di Tual-Malra Satu Komando: Tidak Ada Sweeping, Tidak Ada Provokasi
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Menjelang laga-laga penentuan Piala Dunia 2026, aparat kepolisian, organisasi kepemudaan, dan komunitas suporter sepak bola di Tual dan Maluku Tenggara mengirim pesan tegas kepada masyarakat: jangan rusak pesta sepak bola dengan provokasi, konflik, atau aksi sweeping.
Pesan itu mengemuka dalam audiensi antara Ketua KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Ketua KNPI Kota Tual, serta perwakilan komunitas suporter Argentina, Brasil, Belanda dan negara peserta lainnya dengan Wakapolres Maluku Tenggara, Kompol Novi Sapulete, Senin (8/6/2026).
Di tengah tingginya euforia masyarakat menyambut perhelatan sepak bola terbesar dunia tersebut, Wakapolres Maluku Tenggara memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali.
"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada sweeping yang dilakukan Polres Maluku Tenggara. Kami ingin masyarakat menikmati Piala Dunia dengan aman, damai, dan penuh sportivitas. Sepak bola adalah hiburan dan pemersatu, bukan alasan untuk menciptakan konflik," tegas Kompol Novi Sapulete.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis berbagai kekhawatiran yang kerap muncul setiap kali perhelatan sepak bola dunia memasuki fase krusial. Kepolisian memilih mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif dengan merangkul komunitas suporter sebagai mitra menjaga keamanan daerah.
Audiensi yang berlangsung hangat itu juga menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan antarpendukung tim nasional. Para suporter sepakat bahwa rivalitas cukup berlangsung di lapangan pertandingan, bukan di jalanan atau lingkungan masyarakat.
Ketua KNPI Maluku Tenggara menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana mempererat persatuan generasi muda, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan.
"Argentina, Brasil, Belanda atau negara lainnya boleh berbeda dukungan, tetapi persaudaraan sebagai anak daerah harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai hanya karena sepak bola kita kehilangan persahabatan," ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kuat bahwa aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan komunitas suporter berada dalam satu barisan untuk menjaga Tual dan Maluku Tenggara tetap aman selama Piala Dunia berlangsung.
Di tengah antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, para suporter juga mengajak seluruh pecinta sepak bola untuk merayakan kemenangan maupun menerima kekalahan dengan dewasa dan sportif.
Tidak ada ruang bagi provokasi. Tidak ada tempat bagi konflik. Yang ada hanya semangat persaudaraan, sportivitas, dan kegembiraan bersama.
Karena pada akhirnya, Piala Dunia hanyalah pertandingan yang berlangsung 90 menit, sementara persaudaraan masyarakat Tual dan Maluku Tenggara harus terjaga untuk selamanya.
"Vamos Argentina, Viva Football, Salam Sportivitas, Salam Persaudaraan!"
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook