YOWAN: JANGAN BIARKAN PERSATUAN MASYARAKAT ADAT MIMIKA BOCOR DAN TENGGELAM
YOWAN: JANGAN BIARKAN PERSATUAN MASYARAKAT ADAT MIMIKA BOCOR DAN TENGGELAM
“Noken yang bocor masih bisa disulam. Perahu yang bocor masih bisa ditambal. Tetapi kalau semangat persatuan yang bocor, masyarakat adat Mimika yang akan tenggelam.”
MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Pesan tajam itu disampaikan Yohanis Wantik (Yowan) sebagai seruan moral agar masyarakat adat Mimika tidak kehilangan kekuatan persatuan di tengah berbagai tantangan yang terus menguji kehidupan sosial, politik, dan masa depan daerah.
Bagi Yowan, kebocoran pada noken masih dapat diperbaiki dengan sulaman. Perahu yang mengalami kebocoran pun masih memiliki peluang untuk ditambal agar kembali berlayar. Namun, ketika yang retak adalah semangat persatuan, dampaknya jauh lebih besar karena yang dipertaruhkan bukan sekadar benda, melainkan masa depan masyarakat adat Mimika.14/08/2026
“Noken yang bocor masih bisa disulam. Perahu yang bocor masih bisa ditambal. Tapi kalau semangat persatuan yang bocor, masyarakat adat Mimika yang tenggelam.”
Pesan tersebut bukan sekadar ungkapan simbolik. Yowan menempatkan persatuan sebagai fondasi utama masyarakat adat Mimika untuk menghadapi perubahan, memperjuangkan hak, menjaga martabat, serta memastikan kepentingan masyarakat tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat.
Menurutnya, masyarakat adat tidak boleh kehilangan arah hanya karena perbedaan pandangan, kepentingan politik, maupun persoalan internal. Perbedaan merupakan sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi perpecahan yang justru melemahkan masyarakat sendiri.
ROH AMANAT MIMIKA HARUS TETAP HIDUP
Yowan menegaskan bahwa Roh Amanat Mimika harus menjadi kekuatan moral yang menjaga masyarakat tetap berdiri dalam satu semangat.
Amanat tersebut, menurut pesan yang disampaikannya, bukan hanya untuk dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi harus diterjemahkan menjadi kesadaran bersama dalam menentukan arah masa depan Mimika.
Karena itu, persatuan masyarakat adat tidak boleh hanya menjadi slogan dalam momentum tertentu. Persatuan harus hadir dalam sikap, keputusan, perjuangan, dan keberanian menjaga kepentingan masyarakat.
Jika noken robek, sulam kembali. Jika perahu bocor, tambal kembali. Tetapi jika persatuan retak, jangan dibiarkan—karena yang dipertaruhkan adalah masa depan masyarakat adat Mimika.
Yohanis Wantik pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kepentingan Mimika di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
Baginya, kekuatan terbesar masyarakat adat bukan semata-mata pada jumlah, sumber daya, atau jabatan politik, tetapi pada kemampuan untuk tetap bersatu ketika menghadapi tekanan dan menentukan masa depan sendiri.
Pesan Yowan akhirnya bermuara pada satu peringatan keras: jangan sampai masyarakat sibuk menambal kebocoran kecil, tetapi lupa bahwa kapal besar bernama Mimika sedang membutuhkan persatuan seluruh penumpangnya agar tidak tenggelam.
?? Y O W A N ??
YOHANIS WANTIK (YOWAN)
Politisi Putra Papua
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook