Pernyataan Bupati Mimika Soal Video Viral Nakes Tuai Sorotan, Sejumlah Poin Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 10 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pernyataan Bupati Mimika Soal Video Viral Nakes Tuai Sorotan, Sejumlah Poin Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan

Pernyataan Bupati Mimika Soal Video Viral Nakes Tuai Sorotan, Sejumlah Poin Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Pernyataan Bupati Mimika terkait video viral yang dibuat sejumlah tenaga medis (nakes) mendapat sorotan dan kritik dari berbagai kalangan. Beberapa pernyataan yang disampaikan kepala daerah tersebut dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

Sorotan itu muncul setelah Bupati Mimika memberikan tanggapan atas video para tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah pedalaman. Sejumlah pihak menilai respons yang disampaikan terkesan lebih bernuansa emosional daripada mengedepankan pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan evaluasi dan penyelesaian persoalan.11/06/2026

Salah satu pernyataan yang dipersoalkan adalah mengenai keberadaan malaria di daerah pegunungan. Bupati disebut menyatakan bahwa tidak terdapat kasus malaria di wilayah tersebut. Namun, sejumlah pihak mengungkapkan bahwa Distrik Arwanop, khususnya Kampung Ombani, justru pernah menjadi salah satu lokasi penyebaran malaria di kawasan pegunungan.

Selain itu, pernyataan yang menyebut Distrik Arwanop sebagai wilayah yang tidak aman juga mendapat tanggapan berbeda. Berdasarkan kondisi yang selama ini dirasakan masyarakat setempat, Arwanop dinilai sebagai daerah yang relatif aman dan tidak menghadapi ancaman yang signifikan.

Pernyataan mengenai penggunaan sarana transportasi milik PT Freeport Indonesia untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan juga menuai perhatian. Menurut sejumlah pihak, tenaga medis merupakan bagian dari pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, sehingga penyediaan fasilitas penunjang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

Sorotan lainnya tertuju pada pernyataan Bupati Mimika yang menyebut akan mencopot atau memecat tenaga medis yang membuat video tersebut. Langkah tersebut dinilai perlu dikaji secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi dan persoalan yang dihadapi para tenaga kesehatan di lapangan.

Sejumlah kalangan menilai bahwa persoalan yang muncul seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman, bukan semata-mata berfokus pada pihak yang menyampaikan keluhan.

"Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah daerah dapat mengakui kekurangan yang ada, melakukan evaluasi, dan membenahi pelayanan kesehatan. Sikap terbuka terhadap kritik merupakan bagian dari kepemimpinan yang baik," demikian pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga kini, polemik terkait video viral tenaga medis tersebut masih menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat maupun para pemerhati kebijakan di Kabupaten Mimika.

Editor : Bruce Elang