KNPI Maluku Tenggara Dorong Festival Meti Kei 2026 Perkuat Promosi Wisata dan Keterlibatan Masyarakat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KNPI Maluku Tenggara Dorong Festival Meti Kei 2026 Perkuat Promosi Wisata dan Keterlibatan Masyarakat

LANGGUR, Kabarsulselindonesia.web.id — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara, Kace E. Ubro, menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Meti Kei 2026 yang menjadi salah satu momentum promosi pariwisata dan kebudayaan Kepulauan Kei.

Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi daerah, pelestarian budaya lokal, serta upaya memperluas peluang ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Kace berharap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mengoptimalkan persiapan dan pelaksanaan festival agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, Festival Meti Kei tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda tahunan yang berorientasi pada kemeriahan acara. Festival tersebut juga memiliki peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam, tradisi leluhur, kearifan lokal, dan potensi wisata bahari Kepulauan Kei kepada wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Festival Meti Kei 2026 harus kita pandang sebagai peluang bagi daerah untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Kei, meningkatkan daya tarik pariwisata, serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Kace.

Mendorong Pariwisata yang Memberikan Manfaat Nyata

Kace menilai, keberhasilan penyelenggaraan festival perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat, bukan hanya dari jumlah kegiatan atau kemeriahan acara yang ditampilkan.

Kehadiran wisatawan berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang lokal, pengelola penginapan, pelaku kuliner, pengrajin, serta masyarakat yang bergerak di bidang jasa dan ekonomi kreatif.

Karena itu, ia berharap pelaksanaan Festival Meti Kei 2026 memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi, mempromosikan produk unggulan, serta memperkenalkan kebudayaan daerah.

Pelibatan masyarakat dinilai penting agar manfaat festival tidak hanya terpusat pada kegiatan utama, tetapi juga dapat dirasakan oleh pelaku usaha dan komunitas di sekitar destinasi wisata.

Kace juga mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Maluku Tenggara.

Kritik dan Aspirasi Publik sebagai Bahan Evaluasi

Terkait berbagai tanggapan yang berkembang mengenai pelaksanaan Festival Meti Kei 2026, Kace berpandangan bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Ia menilai, setiap masukan masyarakat perlu disikapi secara terbuka dan proporsional. Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta serta diarahkan pada perbaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas kegiatan.

“Kalau ada kritik dan masukan, itu hal yang biasa. Kita terbuka terhadap saran yang membangun. Namun, mari kita sampaikan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab. Tujuan kita adalah agar Festival Meti Kei 2026 berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu membangun komunikasi yang terbuka mengenai konsep kegiatan, kesempatan partisipasi masyarakat, serta prioritas penyelenggaraan. Komunikasi yang baik dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat kepercayaan publik.

Dengan demikian, dukungan terhadap festival dan penyampaian kritik tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya memperbaiki penyelenggaraan kegiatan pariwisata di Maluku Tenggara.

KNPI Dorong Peran Aktif Generasi Muda

Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI memiliki peluang untuk mendorong generasi muda mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kace mengajak pemuda, tokoh adat, tokoh agama, komunitas budaya, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung Festival Meti Kei 2026.

Menurutnya, generasi muda dapat berperan melalui promosi destinasi wisata di media digital, dokumentasi tradisi lokal, pengembangan produk kreatif, serta kegiatan yang memperkenalkan budaya Kei kepada khalayak yang lebih luas.

Keterlibatan pemuda juga penting untuk memastikan tradisi leluhur tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan dukungan berbagai pihak, festival diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, dan pengembangan ekonomi lokal.

“Sebagai representasi pemuda Maluku Tenggara, saya mengajak seluruh elemen dan pemangku kepentingan untuk bersatu dan memberikan dukungan. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menghalangi upaya kita untuk memajukan daerah,” katanya.

Menjaga Budaya dan Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Kace menyampaikan dukungannya kepada Victor E. Budhi Toffi beserta jajaran Dinas Pariwisata dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Meti Kei 2026. Ia berharap koordinasi dan kerja sama antarpemangku kepentingan dapat berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata membutuhkan upaya berkelanjutan. Selain promosi melalui festival, aspek kebersihan lingkungan, kesiapan destinasi, kualitas pelayanan, pelestarian tradisi, serta keterlibatan masyarakat perlu mendapat perhatian.

Evaluasi setelah kegiatan juga penting dilakukan untuk mengetahui capaian penyelenggaraan, kendala yang dihadapi, dan langkah perbaikan yang diperlukan pada tahun berikutnya.

Dengan pendekatan tersebut, Festival Meti Kei dapat terus dikembangkan sebagai sarana promosi pariwisata sekaligus ruang pelestarian budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kei adalah rumah kita bersama. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga, mempromosikan, dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Mari kita sukseskan Festival Meti Kei 2026 demi masyarakat yang lebih sejahtera dan Maluku Tenggara yang semakin maju,” tutup Kace E. Ubro.

Pada akhirnya, keberhasilan Festival Meti Kei 2026 membutuhkan dukungan, keterbukaan, dan kerja sama semua pihak. Promosi pariwisata akan semakin bermakna apabila berjalan seiring dengan pelestarian budaya, partisipasi masyarakat, dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Editor: Bruce Elang