KEAMANAN PANGAN JADI PRIORITAS, PENJAMAH DIMINTA JADI AGEN PERUBAHAN

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 12 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KEAMANAN PANGAN JADI PRIORITAS, PENJAMAH DIMINTA JADI AGEN PERUBAHAN

KEAMANAN PANGAN JADI PRIORITAS, PENJAMAH DIMINTA JADI AGEN PERUBAHAN

LANGGUR, MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id  — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar persoalan konsumsi, tetapi bagian penting dari kesehatan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia, dan citra daerah.12/08/2026

Penegasan itu disampaikan dalam sambutan Bupati Maluku Tenggara pada Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan Tahun 2026 yang berlangsung di Langgur, 12 Agustus 2026.

Bupati menilai pelatihan tersebut strategis karena pangan yang aman, higienis, dan berkualitas akan berdampak langsung terhadap kesehatan serta produktivitas masyarakat. Sebaliknya, kelalaian dalam pengolahan pangan dapat memicu keracunan dan merugikan konsumen, pelaku usaha hingga citra daerah.

Isu tersebut dinilai semakin penting seiring masih ditemukannya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan, yang dapat disebabkan antara lain oleh buruknya kebersihan penyajian, penggunaan bahan yang dilarang, kontaminasi, serta konsumsi gula, garam dan lemak secara berlebihan.

Pemkab Maluku Tenggara juga melihat keamanan pangan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Potensi perikanan, hasil laut, pertanian dan kuliner berbasis pangan lokal dinilai harus dikelola dengan standar keamanan dan kualitas yang baik agar mampu meningkatkan daya saing UMKM, membuka peluang investasi dan memperkuat sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa makanan yang aman dan berkualitas akan meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun wisatawan. Sebaliknya, kasus keracunan akibat kelalaian pengolahan pangan dapat berdampak luas terhadap konsumen, pelaku usaha dan perkembangan pariwisata daerah.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penjamah pangan yang menyiapkan makanan untuk anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui diminta memahami standar kesehatan serta menerapkan proses pengolahan secara higienis dan bertanggung jawab.

Bupati mendorong penjamah pangan menerapkan langkah dasar namun krusial, mulai dari menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan, memisahkan bahan mentah dengan makanan siap saji, menjaga suhu penyimpanan, menggunakan bahan pangan yang aman, serta menjaga sanitasi lingkungan usaha.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap peserta pelatihan tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Mereka diminta menjadi pelopor, penggerak dan agen perubahan dalam membangun budaya pangan yang aman dan higienis di lingkungan masing-masing.

Editor : Bruce Elang