KAWAL HAK & KESEMPATAN: ROVIK TEGASKAN PI 10% DAN KONTEN LOKAL BLOK MASELA MILIK MASYARAKAT MALUKU
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rovik A. Afifudin, menegaskan sikap tegas Dewan untuk terus mengawal dua tuntutan utama terkait proyek Blok Masela: memastikan hak Participating Interest (PI) 10 persen diterima Provinsi Maluku sepenuhnya, serta menjamin keterlibatan nyata masyarakat dalam pengelolaan dan peluang usaha melalui aturan konten lokal.
Pernyataan ini disampaikan Rovik di Gedung DPRD Maluku, Selasa (7/7/2026), menanggapi perkembangan terkini pembahasan manfaat proyek strategis nasional ini.
-HAK PI 10% MILIK MALUKU: MASIH DIPERJUANGKAN SAMPAI TUNTAS
Dijelaskan Rovik, pengurusan kepemilikan saham 10 persen ini sejauh ini masih berjalan namun terhambat pada penyelesaian administrasi dan kesepahaman antar-pemerintahan. DPRD memastikan hak ini tidak akan lepas begitu saja.
"PI 10 persen itu adalah hak mutlak Maluku. Prosesnya masih berjalan, namun ada beberapa hal administrasi yang harus diselesaikan dan dikoordinasikan, terutama bersama pemerintah kabupaten penghasil. Kami pastikan ini terus dikawal sampai tuntas," tegasnya.
-JANGAN JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI: KONTEN LOKAL HARUS BERPIHAK RAKYAT
Selain kepemilikan saham, DPRD menekankan pentingnya aturan konten lokal yang kuat. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi saksi kemajuan di wilayahnya sendiri. Peluang kerja dan usaha harus terbuka lebar bagi warga Maluku.
Rovik menolak anggapan yang sering menyatakan SDM dan pengusaha lokal belum siap. Justru tantangan itulah yang harus dijawab dengan persiapan nyata, bukan menutup kesempatan.
"Kalau dianggap belum siap, tugas kita adalah MENYIAPKANNYA! Melalui pelatihan, pendidikan, dan kerja sama dengan perusahaan pengelola, kita tingkatkan kemampuan warga agar pantas dan mampu mengisi posisi yang tersedia. Kita tidak boleh biarkan orang lain mengambil semua peluang di tanah kita," tandas Rovik.
-SIAPKAN SDM SEKARANG AGAR MANFAAT DIRASAKAN MASA DEPAN
Politisi ini sangat optimis Blok Masela akan membuka ribuan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera menyusun langkah nyata mempersiapkan tenaga kerja lokal.
"Tujuannya satu: agar keuntungan dari proyek raksasa ini—baik dari bagian saham maupun peluang usaha dan pekerjaan—benar-benar mengalir dan dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku, hari ini dan masa depan," pungkas Rovik A. Afifudin.
(M.N)

























Komentar via Facebook