Dari 20 Hektare Kebun, Bomberay Bersiap Lahirkan Minyak Kayu Putih Karya Mandiri

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari 20 Hektare Kebun, Bomberay Bersiap Lahirkan Minyak Kayu Putih Karya Mandiri

Fakfak, Kabarsulselindonesia.web.id | Daun kayu putih mulai dipanen di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak. Di balik panen itu, tersimpan peluang mengubah hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Dinas Perkebunan Fakfak kini mendorong Rumah Produksi Minyak Kayu Putih Karya Mandiri segera beroperasi.

Kelompok Karya Mandiri Albayan Iha, yang berlokasi di Kampung Bumi Muroh Indah, telah mengembangkan tanaman kayu putih di lahan seluas 20 hektare. Seluruh lahan telah ditanami dan tanaman mulai berproduksi. Ketersediaan bahan baku ini menjadi modal awal bagi pengembangan usaha pengolahan minyak kayu putih di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak mengatakan, pengembangan kayu putih tidak boleh berhenti pada penanaman dan pemanenan daun. Bahan baku yang tersedia perlu diolah agar menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Karena itu, pihaknya mendorong Rumah Produksi Minyak Kayu Putih Karya Mandiri segera beroperasi. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi simpul pengolahan hasil perkebunan, peningkatan mutu produk, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Tantangan berikutnya adalah menghubungkan hasil panen dengan produk siap dipasarkan. Untuk itu, Dinas Perkebunan Fakfak juga berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat guna mendukung pemenuhan persyaratan legalitas produk sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut penting agar minyak kayu putih yang dihasilkan tidak hanya memiliki bahan baku yang memadai, tetapi juga memenuhi persyaratan mutu dan perizinan yang relevan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

“Kelompok Karya Mandiri Albayan Iha merupakan salah satu binaan kami dalam pengembangan kayu putih dari hulu sampai hilir. Mereka telah menanam kayu putih di lahan seluas 20 hektare dan seluruhnya sudah tumbuh serta mulai berproduksi,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Fakfak.

Ia berharap pengembangan tersebut dapat melahirkan produk unggulan daerah yang memiliki daya saing sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.

Ketua Kelompok Karya Mandiri, Albayan Iha, menyambut dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha tersebut. Menurut dia, operasional rumah produksi menjadi tahapan penting agar daun kayu putih hasil panen dapat diolah menjadi produk yang memberikan nilai ekonomi lebih besar.

“Harapan kami, Rumah Produksi Minyak Kayu Putih Karya Mandiri dapat segera beroperasi sehingga hasil panen daun kayu putih bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kami ingin usaha ini memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar, sekaligus memperkenalkan potensi kayu putih dari Bomberay,” kata Albayan.

Pengembangan kayu putih di Bomberay memperlihatkan pentingnya menghubungkan budidaya dengan pengolahan hasil. Lahan seluas 20 hektare menyediakan fondasi bahan baku, sementara keberhasilan usaha selanjutnya bergantung pada kesiapan rumah produksi, konsistensi mutu, pemenuhan perizinan, dan akses pasar.

Bagi Dinas Perkebunan Fakfak, sasaran akhirnya bukan sekadar menghasilkan daun kayu putih, melainkan mendorong tumbuhnya usaha produktif yang mampu mengolah potensi lokal menjadi komoditas bernilai tambah. Jika rumah produksi segera beroperasi dan pasar dapat dijangkau, Bomberay berpeluang memperkuat perannya dalam pengembangan hilirisasi perkebunan di Kabupaten Fakfak.
 

Writter & Editor : Den