Luncurkan Logo, Sion Huaressi Parenta Pulang Jilid II Siap Hadirkan Kembali Warisan Budaya Ema

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Luncurkan Logo, Sion Huaressi Parenta Pulang Jilid II Siap Hadirkan Kembali Warisan Budaya Ema

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan menyelimuti Pattimura Park, Sabtu (24/10/2026). Di sana, secara resmi dilaksanakan peluncuran logo dan rangkaian kegiatan Sion Huaressi Parenta Pulang Jilid II, yang akan memuncak pada tahun 2027.

Ketua Panitia, dr. Elviana M.E Pattiasina/Maitimu, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai acara. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pembuka dari serangkaian program besar yang direncanakan hingga puncaknya pada Desember 2027.

"Kegiatan ini adalah awal dari program Sion Huaressi Parenta Pulang 2027. Diawali dengan peluncuran logo hari ini, diiringi berbagai rangkaian acara yang memadukan ekonomi rakyat, seni, hingga budaya leluhur kita," ujarnya.

Kegiatan berjalan sepanjang hari dengan beragam acara:

-Pesona UMKM — membuka peluang bagi pelaku usaha mikro di Kota Ambon untuk mempromosikan produk unggulan mereka

-Lomba Dansa Wals — khusus untuk peserta usia 50 tahun ke atas. Antusiasme warga luar biasa, membuktikan bahwa semangat budaya tetap membara di kalangan para tetua

-Puncak Acara — peluncuran logo secara resmi oleh Pemerintah Kota Ambon, dilanjutkan dengan Badonci Dansa Ron Pisang

"Dansa Ron Pisang ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah cara hidup orang Ema tempo dulu — saat keadaan sulit, mereka tetap berkumpul, bergembira, dan saling menguatkan. Hari ini kita hidupkan kembali tradisi itu, agar generasi penerus tidak melupa," tegas Elviana.

Dukungan kuat datang langsung dari Pemerintah Kota Ambon. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, tidak hanya meresmikan kegiatan ini, tetapi juga mengusulkan dan menjamin dukungan penuh untuk pelaksanaan Panas Gandong pada tahun 2027 dengan anggaran 100% dari Pemkot Ambon.

Elviana menjelaskan makna filosofi Gandong masyarakat Ema:

"Ada tiga saudara gandong kita: Batu Merah, Ema atau Batu Hitam, dan saudara perempuan kita Batu Putih di Hunisi, Kecamatan Teluti. Ketiganya adalah satu darah, satu akar. Panas Gandong adalah momen kita kembali merajut kebersamaan itu."

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mengangkat kembali budaya-budaya asli sebagai warisan berharga bagi masa depan generasi penerus.

"Dari budayalah kehidupan kita dibenahi. Budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan modal hidup untuk anak cucu di masa depan," tutup Elviana dengan penuh harap.

(M.N)