MIMIKA DARURAT ODGJ? DEBY SANTOSO DESAK PEMDA SEGERA BANGUN RUMAH SAKIT JIWA
MIMIKA DARURAT ODGJ? DEBY SANTOSO DESAK PEMDA SEGERA BANGUN RUMAH SAKIT JIWA
Timika Kabarsulselindonesia.web.id – Di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan Kabupaten Mimika sebagai salah satu daerah strategis di Papua Tengah, persoalan kesehatan jiwa dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Hingga saat ini, Mimika belum memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) maupun fasilitas khusus kesehatan jiwa yang memadai untuk menangani masyarakat dengan gangguan kejiwaan.
Hal tersebut menjadi sorotan Deby Santoso ST yang menilai Pemerintah Kabupaten Mimika harus segera mengambil langkah nyata dengan menghadirkan RSJ demi memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang layak bagi masyarakat.22/06/2026
Menurut Deby, semakin meningkatnya jumlah penduduk serta keberadaan warga yang mengalami gangguan kejiwaan di berbagai sudut kota menjadi tanda bahwa kebutuhan fasilitas kesehatan jiwa tidak bisa lagi ditunda.
"Jangan sampai Mimika terus membangun gedung megah, tetapi mengabaikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan jiwa. RSJ bukan sekadar bangunan, tetapi bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warganya," tegas Deby.
Ia menyebut, kebutuhan RSJ memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yang mengatur tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa. Kehadiran fasilitas layanan kesehatan jiwa juga sangat penting bagi daerah berkembang seperti Papua Tengah agar masyarakat dapat memperoleh akses penanganan yang lebih baik.
Dengan posisi Mimika yang strategis serta menjadi pusat ekonomi di Papua Tengah, Deby menilai daerah ini layak menjadi lokasi pembangunan fasilitas kesehatan jiwa yang mampu melayani masyarakat secara luas.
Ia menegaskan, keberadaan layanan kesehatan jiwa yang memadai juga penting untuk mencegah kondisi ODGJ yang terlantar dan memastikan mereka mendapatkan perawatan, rehabilitasi, serta pendampingan secara manusiawi.
"Mimika tidak boleh menunggu sampai persoalan kesehatan jiwa semakin besar. Pemerintah harus bergerak sekarang, merencanakan dan menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook