Dua Penghargaan Koperasi untuk Mimika: Apresiasi Naik Panggung, Kinerja Ditunggu di Lapangan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 21 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dua Penghargaan Koperasi untuk Mimika: Apresiasi Naik Panggung, Kinerja Ditunggu di Lapangan

Dua Penghargaan Koperasi untuk Mimika: Apresiasi Naik Panggung, Kinerja Ditunggu di Lapangan

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Kabupaten Mimika kembali mendapat sorotan dalam ajang Koperasi Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koperasi, Kamis (20/8/2026). Dua pejabat Pemerintah Kabupaten Mimika menerima penghargaan dalam bidang perkoperasian.

Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos., M.Si., menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, S.H., M.H., menerima Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha.

Dua penghargaan tersebut menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun, di balik seremoni penghargaan itu terdapat pekerjaan yang jauh lebih besar: memastikan koperasi benar-benar tumbuh sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Penghargaan dapat menjadi pengakuan atas pengabdian dan kontribusi, tetapi keberhasilan pembangunan koperasi pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima pejabat.21/08/2026

Ukuran paling penting adalah apa yang berubah di tengah masyarakat.

Apakah koperasi semakin sehat? Apakah anggotanya semakin sejahtera? Apakah UMKM memperoleh akses permodalan dan pasar yang lebih luas? Apakah koperasi mampu membuka lapangan usaha dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi tantangan setelah dua penghargaan diterima.

Pemerintah daerah perlu menjadikan momentum Koperasi Awards 2026 sebagai pemicu untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kebijakan perkoperasian. Pengawasan terhadap koperasi, peningkatan kapasitas pengurus, transparansi pengelolaan, pendampingan UMKM, serta akses pembiayaan harus menjadi agenda yang nyata dan berkelanjutan.

Terlebih, Mimika memiliki potensi ekonomi yang besar. Potensi tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, bukan hanya berhenti pada program dan laporan administratif.

Bupati Mimika dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kini memiliki ruang untuk membuktikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol penghormatan atas jabatan dan pengabdian, tetapi benar-benar menjadi cerminan dari kerja yang berdampak.

Dua penghargaan sudah diterima. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan bukti.

Sebab, panggung penghargaan hanya berlangsung sesaat, sementara masyarakat membutuhkan hasil yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Koperasi Awards 2026 seharusnya tidak menjadi garis akhir, melainkan titik awal untuk menghadirkan koperasi Mimika yang lebih profesional, mandiri, transparan, dan mampu menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat.

Apresiasi boleh dirayakan, tetapi kinerja tetap harus dibuktikan.

Editor : Bruce Elang