Tak Menunggu Api Membesar, Samapta Kaimana Modifikasi Mobil Dinas Jadi Pemadam Karhutla
Kaimana, KabarsulselIndonesia.web.id | Sebuah mobil dinas Satuan Samapta Polres Kaimana kini memiliki fungsi tambahan. Kendaraan yang selama ini digunakan untuk mendukung mobilitas personel dimodifikasi menjadi sarana pemadam kebakaran sederhana untuk memperkuat respons awal terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Inovasi itu menjadi bagian dari langkah Satuan Samapta Polres Kaimana meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah hukum Polres Kaimana.
Modifikasi kendaraan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan penanganan awal di lapangan. Kendaraan tersebut dilengkapi sarana pendukung pemadaman sehingga dapat digerakkan secara cepat ketika muncul titik api, terutama di lokasi yang memiliki keterbatasan akses bagi kendaraan pemadam berukuran besar.
Bagi kepolisian, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Api yang terlambat ditangani dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi lingkungan dan cuaca mendukung penyebaran api.
Karena itu, keberadaan kendaraan hasil modifikasi tersebut diproyeksikan sebagai sarana respons awal sembari menunggu dukungan dari instansi terkait apabila penanganan membutuhkan peralatan dan personel yang lebih besar.
Kesiapan kendaraan tersebut ditinjau langsung Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K., M.H., bersama Wakapolres Kaimana Kompol Alexander M. Hehalatu, S.H., M.M., M.H., Kabag Ops AKP Wisran Litiloly, S.H., M.H., dan Kabag SDM Polres Kaimana Kompol Ferdinan Mardi, Senin (21/9/2026).
Dalam peninjauan itu, jajaran pimpinan Polres Kaimana melihat langsung kendaraan beserta perangkat pendukung yang disiapkan personel Satuan Samapta.
Kapolres Kaimana mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia, inovasi tidak selalu harus dimulai dengan pengadaan sarana baru. Pemanfaatan kendaraan dan sumber daya yang tersedia secara tepat juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan institusi.
“Kendaraan ini diharapkan dapat mendukung kecepatan personel dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi Karhutla. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan, kecepatan bertindak dan sinergitas dengan seluruh pihak terkait,” ujar Satria.
Ia menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Kepolisian membutuhkan dukungan pemerintah daerah, instansi teknis, aparat kampung, dunia usaha hingga masyarakat untuk mencegah kebakaran sekaligus melakukan penanganan apabila titik api muncul.
Inovasi Satuan Samapta tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana keterbatasan sarana dapat direspons dengan kreativitas. Kendaraan yang semula berfungsi sebagai mobil dinas dimanfaatkan untuk menambah kemampuan operasional di lapangan.
Polres Kaimana juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan dinilai tetap menjadi langkah utama karena penanganan api, sekecil apa pun, akan jauh lebih mudah sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Dengan kendaraan hasil modifikasi tersebut, Polres Kaimana ingin memastikan satu hal: ketika titik api muncul, personel tidak hanya datang untuk melihat, tetapi memiliki sarana untuk segera bertindak.
Writter : Humas Polres | Editor : Den

























Komentar via Facebook