Polres Tual Bekali Pelajar SMA Negeri 3 dengan Literasi Digital, Bijak Bermedia Sosial Jadi Sorotan
Polres Tual Bekali Pelajar SMA Negeri 3 dengan Literasi Digital, Bijak Bermedia Sosial Jadi Sorotan
Tual Tayando Tam Kabarsulselindonesia.web.id — Penggunaan media sosial di kalangan pelajar menjadi perhatian Polres Tual. Melalui program edukasi Polisi Mengajar, jajaran Humas Polres Tual menyambangi SMA Negeri 3 Tual, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai etika dan tanggung jawab di ruang digital.04/09/2026
Kegiatan tersebut berlangsung pada 4 September 2026 dan diikuti para siswa dengan antusias. Materi yang diberikan tidak hanya membahas cara menggunakan media sosial, tetapi juga mengingatkan pelajar mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan platform digital secara tidak bijaksana.
Kegiatan dibuka oleh Kapolsek Tayando Tam IPTU Sharil Pabisi. Sementara materi literasi digital disampaikan oleh Ps. Kasubsi PIDM Humas Polres Tual AIPDA Husnjaya Korwaka, bersama personel Humas Polres Tual.
Dalam penyampaiannya, AIPDA Husnjaya mengajak para siswa agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan setiap informasi yang mereka temukan di media sosial.
Para pelajar juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga data pribadi, memahami etika komunikasi digital, memilah informasi, menghindari konten negatif serta menjauhi tindakan perundungan di dunia maya atau cyberbullying.
Jejak Digital Tak Mudah Dihapus
Di hadapan para siswa, penggunaan media sosial ditekankan bukan sekadar persoalan mengikuti perkembangan teknologi. Setiap unggahan, komentar, foto maupun video dapat meninggalkan jejak digital dan berpotensi menimbulkan dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, pelajar didorong untuk membangun kebiasaan berpikir sebelum mengunggah, memeriksa informasi sebelum membagikan, serta menghormati privasi dan hak orang lain.
Polisi juga mendorong siswa agar menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan hal-hal positif, mengembangkan kreativitas dan memperluas wawasan, bukan sebagai sarana untuk menghina, mengancam, mempermalukan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Polisi Tak Hanya Hadir Saat Penegakan Hukum
Program Polisi Mengajar menjadi salah satu pendekatan Polri dalam membangun komunikasi langsung dengan generasi muda melalui lingkungan pendidikan.
Kehadiran personel kepolisian di sekolah diharapkan mampu memperkuat kesadaran hukum sejak dini. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami batas antara perilaku yang baik dan buruk di dunia nyata, tetapi juga mampu memahami konsekuensi dari setiap tindakan di ruang digital.
Literasi digital dinilai semakin penting seiring meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi muda. Pelajar perlu dibekali kemampuan untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, aman dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Tual berharap pesan tentang bijak bermedia sosial dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari dan turut menciptakan lingkungan digital yang sehat.
Media sosial boleh digunakan secara bebas, tetapi kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook