DUA TAHUN TANPA PERTANGGUNGJAWABAN! Dana MTQ Papua Tengah Jadi Misteri, Warga Desak Komisi III DPR RI Bongkar Dugaan Skandal Anggaran di Mimika
DUA TAHUN TANPA PERTANGGUNGJAWABAN! Dana MTQ Papua Tengah Jadi Misteri, Warga Desak Komisi III DPR RI Bongkar Dugaan Skandal Anggaran di Mimika
MIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id – Dua tahun telah berlalu sejak pelaksanaan MTQ XXX Papua Tengah Tahun 2024 di Kabupaten Mimika. Namun hingga hari ini, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kegiatan yang disebut menelan dana puluhan miliar rupiah masih menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Ketiadaan keterbukaan mengenai penggunaan dana tersebut memicu gelombang kecurigaan publik. Masyarakat mempertanyakan ke mana aliran dana itu bermuara, siapa yang mengelolanya, dan mengapa hingga kini tidak ada penjelasan yang memadai kepada publik.
Bagi warga Mimika, persoalan ini bukan lagi sekadar masalah administrasi. Dua tahun tanpa transparansi dinilai telah menciptakan ruang gelap yang terus melahirkan dugaan dan spekulasi mengenai pengelolaan anggaran MTQ Papua Tengah.31/05/2026
Yang lebih mengkhawatirkan, kasus ini muncul di tengah banyaknya dugaan persoalan korupsi bernilai miliaran hingga triliunan rupiah yang selama ini ramai diperbincangkan masyarakat tetapi dinilai belum menunjukkan ujung penyelesaian yang jelas di hadapan publik.
Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum terus mengalami erosi. Warga mulai mempertanyakan mengapa berbagai dugaan kasus besar yang menyita perhatian publik seolah berjalan di tempat, sementara kasus-kasus kecil justru dapat diproses dengan cepat.
"Kalau memang semuanya bersih, buka saja laporan pertanggungjawabannya. Jangan biarkan publik terus bertanya-tanya. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan," tegas seorang tokoh masyarakat Mimika.
Desakan kini mengarah kepada Komisi III DPR RI agar tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Mimika. Warga meminta lembaga yang membidangi pengawasan aparat penegak hukum tersebut turun tangan dan meminta penjelasan terkait penanganan berbagai dugaan kasus yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Menurut warga, ketidakjelasan penyelesaian sejumlah perkara besar telah memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Berbagai spekulasi berkembang karena minimnya informasi dan tidak adanya perkembangan yang diketahui publik secara terbuka.
Di sisi lain, panitia MTQ XXX Papua Tengah juga didesak segera membuka seluruh dokumen pertanggungjawaban, termasuk rincian sumber penerimaan dana, penggunaan anggaran, kontrak kegiatan, hingga pihak-pihak yang menerima pembayaran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Masyarakat menilai, semakin lama laporan pertanggungjawaban tidak dibuka, semakin besar pula pertanyaan yang muncul di ruang publik. Keterbukaan menjadi satu-satunya cara untuk menjawab keraguan dan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Kasus ini kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai persoalan laporan administrasi, melainkan telah berkembang menjadi isu akuntabilitas publik yang menyangkut penggunaan dana dalam jumlah besar pada kegiatan yang membawa nama agama dan daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia MTQ XXX Papua Tengah belum memberikan penjelasan resmi terkait tuntutan masyarakat agar laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kegiatan dibuka secara transparan.
(Editor: Bruce Elang)

























Komentar via Facebook