NU Malra: Jangan Biarkan Hoaks Pecah Persaudaraan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 14 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

NU Malra: Jangan Biarkan Hoaks Pecah Persaudaraan

NU Malra: Jangan Biarkan Hoaks Pecah Persaudaraan

MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tenggara mengeluarkan pesan tegas agar masyarakat tidak membiarkan hoaks, fitnah dan ujaran kebencian merusak kerukunan serta keamanan daerah.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Doa dan Zikir Mujahadah Kebangsaan untuk Keselamatan Maluku Tenggara yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.14/08/2026

Dalam kegiatan tersebut, PCNU menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan semata-mata tugas pemerintah atau aparat keamanan. Seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mempertahankan kedamaian dan keutuhan sosial di Maluku Tenggara.

Hoaks Jangan Jadi Api Konflik

Mujahadah Kebangsaan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kesadaran kebangsaan dan kepedulian sosial.

Pesan yang disampaikan sangat jelas: jangan biarkan informasi palsu menjadi api yang membakar persaudaraan.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas. Sebab, persoalan kecil dapat berubah menjadi konflik besar ketika dipanaskan oleh hoaks, fitnah, provokasi dan ujaran kebencian.

Dengan merujuk pada QS. Al-Hujurat ayat 13, masyarakat diajak melihat perbedaan sebagai bagian dari kehendak Tuhan untuk saling mengenal, bukan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

“Jadikan zikir ini sebagai perekat tali silaturahmi,” menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut.

Kamtibmas Bukan Hanya Urusan Polisi

PCNU juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat.

Pemerintah dan kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, setiap warga memiliki peran untuk menjaga lingkungan, menahan diri, tidak menyebarkan fitnah serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan.

Menjaga lisan dari provokasi dan menjaga tangan dari penyebaran hoaks dinilai sebagai bentuk nyata menjaga Kamtibmas.

Keamanan daerah tidak akan pernah kuat jika masyarakatnya mudah diadu domba.

Persatuan Adalah Benteng Maluku Tenggara

Dalam pesan persaudaraan yang disampaikan, masyarakat juga diajak memahami bahwa Maluku Tenggara merupakan satu kesatuan sosial. Ketika satu kelompok atau wilayah mengalami persoalan, dampaknya dapat dirasakan bersama.

Karena itu, setiap gesekan harus diselesaikan dengan kepala dingin, bukan diperbesar melalui media sosial maupun informasi yang belum terverifikasi.

Persatuan harus menjadi benteng pertama sebelum konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Stabilitas Jadi Modal Pembangunan

PCNU menilai kerukunan dan stabilitas keamanan juga memiliki hubungan langsung dengan pembangunan daerah.

Pemerintahan tidak dapat bekerja maksimal, dunia usaha sulit berkembang dan masyarakat tidak akan merasa aman apabila daerah terus dibayangi konflik sosial serta ketegangan akibat informasi yang menyesatkan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan dunia usaha harus terus diperkuat.

Mujahadah Kebangsaan diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa doa harus diikuti tindakan nyata: merawat persaudaraan, menjaga kerukunan dan menciptakan keamanan bersama.

Kegiatan tersebut digagas PCNU Kabupaten Maluku Tenggara bersama BKM Masjid Al-Manafi Ohoi Dian Pulau dan diikuti para jamaah.

Pesan akhirnya sederhana tetapi tegas: jangan biarkan hoaks memecah persaudaraan, jangan biarkan provokasi merusak Kamtibmas, dan jangan biarkan kepentingan sesaat menghancurkan persatuan masyarakat Maluku Tenggara.

Sebab, ketika persatuan runtuh, yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan hari ini, tetapi juga masa depan daerah.

NKRI Harga Mati.

Editor: Bruce Elang