Maleaki Tipagau Soroti Pembunuhan Pilot Nicholas Gosselin: Warga Sipil Tidak Boleh Menjadi Sasaran Konflik Bersenjata
Maleaki Tipagau Soroti Pembunuhan Pilot Nicholas Gosselin: Warga Sipil Tidak Boleh Menjadi Sasaran Konflik Bersenjata
TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Tokoh Papua, Maleaki Tipagau, menyoroti keras insiden penembakan yang menewaskan pilot warga negara Amerika Serikat, Nicholas F. Gosselin, di Lapangan Terbang Ipdeheik, Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 2 Juli 2026.
Menurut Maleaki, konflik yang berkepanjangan di Tanah Papua tidak boleh dijadikan alasan untuk menghilangkan nyawa warga sipil yang tidak terlibat dalam pertikaian bersenjata.09/07/2026
"Konflik Papua telah berlangsung puluhan tahun dan menyisakan banyak luka, tuntutan, serta perbedaan pandangan mengenai kemerdekaan, otonomi, dan keadilan. Namun, apa pun alasannya, warga sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan," tegas Maleaki.
Berdasarkan fakta yang telah dikonfirmasi, Nicholas F. Gosselin merupakan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), sebuah maskapai penerbangan sipil yang melayani transportasi barang, surat, dan penumpang ke wilayah-wilayah terpencil di Papua. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa korban merupakan anggota militer.
Dalam insiden tersebut, pesawat AMA ditembak setelah mendarat di Balinggama. Pilot Nicholas meninggal dunia, sementara tujuh penumpang warga lokal berhasil selamat. Setelah penembakan, pesawat dilaporkan dibakar.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya kepada media, mereka menyebut aksi itu sebagai "pesan" kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat yang menurut mereka gagal menyelesaikan akar konflik di Papua. Mereka juga mengklaim pesawat tersebut kerap mengangkut personel militer Indonesia dan telah melanggar ultimatum yang mereka keluarkan. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari TPNPB-OPM dan tidak secara independen mengubah status penerbangan AMA sebagai penerbangan sipil.
Maleaki menegaskan bahwa berdasarkan prinsip Hukum Humaniter Internasional, serangan yang dengan sengaja menyasar warga sipil tetap dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius, terlepas dari alasan politik maupun konflik yang melatarbelakanginya.
"Perbedaan pandangan politik tidak boleh mengorbankan masyarakat sipil. Keselamatan warga harus menjadi prioritas semua pihak," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog serta penyelesaian damai agar konflik di Papua tidak terus memakan korban jiwa.
Sementara itu, aparat keamanan telah mengevakuasi jenazah Nicholas Gosselin dan menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Menurut Maleaki, situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dan sejumlah wilayah di Papua Pegunungan hingga kini masih tergolong rawan akibat konflik bersenjata yang belum berakhir.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook