Dilepas dari Rumah Negara, Kontingen Pesparawi Fakfak Bawa Harmoni Suara dan Kebanggaan Daerah ke Panggung Nasional
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Ada doa yang dilepas, ada harapan yang dititipkan, dan ada nama daerah yang dibawa. Di halaman Rumah Negara Fakfak, Senin (15/6/2026), Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Fakfak resmi dilepas menuju panggung nasional dengan satu tekad: menghadirkan penampilan terbaik dan membawa kebanggaan masyarakat Fakfak.
Pelepasan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi tanda dimulainya perjalanan para duta daerah yang akan membawa suara, budaya, serta karakter masyarakat Fakfak dalam ajang Pesparawi Nasional Tahun 2026.
Kabupaten Fakfak akan mewakili Provinsi Papua Barat dalam kategori Musik Gerejawi Nusantara, sebuah kategori yang tidak hanya menguji kemampuan vokal, tetapi juga membutuhkan penghayatan, kekompakan, dan kemampuan menghadirkan harmoni sebagai satu kesatuan.
Sebanyak 33 orang diberangkatkan dalam kontingen ini. Mereka terdiri dari 30 peserta dan 3 orang official yang bertugas mendampingi seluruh rangkaian kegiatan selama pelaksanaan Pesparawi Nasional.
Perjalanan kontingen akan dimulai pada Selasa (16/6/2026). Mereka akan menggunakan pesawat Wings Air dari Fakfak menuju Sorong, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Manokwari, Papua Barat, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Dalam sambutan Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP yang dibacakan oleh Asisten II Setda Fakfak, Aroby Hindom, M.Si, pemerintah daerah menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna lebih luas dari sebuah kompetisi.
Menurut Bupati, Pesparawi adalah ruang pelayanan iman yang mempertemukan seni, spiritualitas, dan persaudaraan.
“Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah pelayanan iman melalui seni musik gerejawi. Di dalamnya terkandung nilai spiritual, kebersamaan, kedisiplinan, serta semangat untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” demikian pesan Bupati.
Bupati menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, official, panitia, serta keluarga yang telah menjadi bagian dari proses panjang persiapan kontingen.
Sebab di balik sebuah penampilan di panggung nasional, ada latihan yang berulang, waktu yang dikorbankan, dan semangat yang terus dijaga.
“Saudara-saudara tidak hanya membawa nama pribadi atau kelompok, tetapi membawa nama baik daerah, masyarakat, dan budaya Fakfak yang kita cintai,” ujar Bupati.
Membawa Nama Fakfak dengan Keyakinan
Di hadapan kontingen, Aroby Hindom menyampaikan pesan penguatan agar para peserta tidak melihat Pesparawi sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Ini kebahagiaan yang luar biasa. Jangan pernah merasa kalah sebelum bertanding,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kontingen Fakfak akan bertemu dengan peserta terbaik dari berbagai wilayah Indonesia. Berbagai daerah akan hadir membawa persiapan masing-masing, termasuk daerah-daerah yang selama ini dikenal memiliki tradisi musik gerejawi yang kuat.
Namun, menurutnya, Fakfak memiliki modal yang tidak kalah penting: sejarah, budaya, dan semangat persatuan.
“Kita memiliki sejarah yang kaya. Karena itu jangan merasa lebih rendah dari daerah lain. Kita harus percaya bahwa kita mampu memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menekankan, kekuatan terbesar sebuah kelompok bukan hanya terletak pada suara individu, tetapi pada kemampuan seluruh anggota menyatukan hati dan menjaga kekompakan.
“Ketika suara menyatu, ketika kebersamaan dijaga, di situlah kekuatan sebuah tim muncul,” katanya.
Bukan Sekadar Penampilan, Tetapi Representasi Daerah
Bagi kontingen Fakfak, panggung Pesparawi Nasional adalah ruang untuk memperkenalkan wajah daerah kepada Indonesia.
Para peserta tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi membawa identitas masyarakat Fakfak yang hidup dalam keberagaman dan menjunjung nilai persaudaraan.
Aroby juga mengingatkan agar peserta tidak kehilangan fokus ketika melihat penampilan kontingen daerah lain.
“Jangan sampai melihat provinsi lain tampil lalu membuat kita gugup. Semua sudah dipersiapkan melalui latihan. Yang harus dijaga adalah percaya diri dan kekompakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta dari berbagai daerah akan datang dengan doa masing-masing.
“Berangkatlah dengan doa. Karena setiap daerah datang membawa harapan. Kita juga datang membawa kerja keras dan keyakinan,” ujarnya.
Selain itu, pengalaman melihat berbagai kelompok paduan suara tampil membuatnya percaya bahwa kekuatan utama sebuah penampilan lahir dari harmoni.
“Musik bukan hanya tentang suara, tetapi tentang bagaimana semua suara menjadi satu,” katanya.
Doa Mengiringi Langkah Menuju Manokwari
Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kontingen mampu tampil maksimal dan tetap membawa nilai sportivitas serta persaudaraan.
Bupati berpesan agar peserta tampil dengan percaya diri, rendah hati, dan menjaga nama baik daerah.
“Tampilkan yang terbaik dengan penuh percaya diri dan kerendahan hati. Junjung tinggi sportivitas dan kebersamaan,” pesan Bupati.
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri Inspektur Inspektorat Fakfak Achmad Uswanas, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Sosial Sadalih Lahadahlia, S.Sos., M.Si, Kepala Satpol PP Fakfak Anggelina Sirfefa, pimpinan Klasis Fakfak, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Fakfak.
Kini, perjalanan itu dimulai. Dari Fakfak menuju panggung nasional, 33 orang membawa satu pesan yang sama: bahwa suara daerah tidak hanya terdengar melalui lagu, tetapi juga melalui semangat, persatuan, dan kebanggaan.
Fakfak tidak hanya mengirim kontingen. Fakfak mengirim harmoni, sejarah, dan martabat daerah.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook