UNM Gelar PKM Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru SMP Negeri 3 Alla

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 12 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

UNM Gelar PKM Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru SMP Negeri 3 Alla

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Enrekang — Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi pendidik melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan “PKM Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru di SMP Negeri 3 Alla” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 September 2026, bertempat di SMP Negeri 3 Alla, Kabupaten Enrekang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya dalam pemanfaatan koding (coding) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di sekolah.

Kegiatan PKM tersebut dibuka oleh Kepala SMP Negeri 3 Alla, Jufran, S.Pd. Dukungan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan kompetensi akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata guru di satuan pendidikan.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Muliadi, S.Pd., M.T., dengan anggota tim pengabdi Dr. Iwan Suhardi, ST., MT. dan Fadhlirrahman Baso, S.Pd., M.Pd. Tim pengabdi dari UNM memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada 35 orang guru SMP Negeri 3 Alla Kabupaten Enrekang.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan penguatan pemahaman mengenai konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial serta peluang penerapannya dalam pembelajaran. Koding diperkenalkan bukan semata-mata sebagai kemampuan untuk menulis program komputer, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih berpikir komputasional, logis, sistematis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah. Sementara itu, kecerdasan artifisial dikenalkan sebagai salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan guru untuk mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatannya dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan pendidikan, seperti membantu merancang pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, menyusun aktivitas pembelajaran,

Karena itu, kegiatan PKM ini juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman bahwa penggunaan AI dalam pendidikan harus dilakukan secara bijak, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Guru tetap memiliki peran utama dalam memahami karakteristik peserta didik, menentukan tujuan pembelajaran, memilih strategi pedagogis, memberikan bimbingan, serta memastikan bahwa teknologi digunakan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Pemahaman tersebut penting agar pemanfaatan AI tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah terhadap kualitas pembelajaran.

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan, tetapi juga pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Dengan meningkatnya kompetensi guru, manfaat kegiatan diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik melalui praktik pembelajaran di kelas.

Pelaksanaan PKM di SMP Negeri 3 Alla pada Sabtu, 12 September 2026, juga menunjukkan peran strategis UNM dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdi UNM, kompetensi akademik dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi dapat dipertemukan dengan kebutuhan praktis guru di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Alla, Kabupaten Enrekang, ini menjadi salah satu langkah nyata Universitas Negeri Makassar dalam mendukung transformasi pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi yang adaptif, kreatif, kritis, dan mampu menghadapi tantangan era kecerdasan artifisial. (Zaenab)