Dari Lahan Tidur, Bhabinkamtibmas di Maluku Dampingi Petani Panen 6,6 Ton Pangan, Kini Siapkan 7 Hektare Lahan Jagung dan 80 Kg Bibit Padi Gogo Bantuan Pemerintah Siap Tanam

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Lahan Tidur, Bhabinkamtibmas di Maluku Dampingi Petani Panen 6,6 Ton Pangan, Kini Siapkan 7 Hektare Lahan Jagung dan 80 Kg Bibit Padi Gogo Bantuan Pemerintah Siap Tanam

Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.web.id. Upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa terus dikembangkan di Dusun Kawatu, Desa Rambatu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas Desa Rambatu, Aipda Abraham Wemay, Kelompok Tani Gaharu yang beranggotakan 15 orang berhasil menghasilkan total 6,6 ton pangan dari panen padi gogo dan jagung pipil. Kini, dukungan konkret pemerintah berupa 80 kilogram bibit padi gogo dari Dinas Pertanian telah tersedia untuk penanaman berikutnya, sementara tujuh hektare lahan disiapkan untuk pengembangan jagung pipil mulai awal November 2026.

Pengembangan pertanian tersebut bermula pada November 2025, ketika Aipda Abraham Wemay mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur milik warga. Dari lahan seluas satu hektare, kelompok tani berhasil memanen 2,4 ton padi gogo pada Februari 2026 dan 4,2 ton jagung pipil pada Juni 2026. Hasil panen tersebut membantu memenuhi kebutuhan keluarga anggota kelompok sekaligus menjadi pengalaman praktis bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian di wilayah yang menghadapi keterbatasan air.

Kegiatan pertanian sempat terhenti sementara sejak Juli 2026 akibat musim kemarau berkepanjangan dan keterbatasan air. Melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian, instansi terkait, dan pemerintah desa, upaya penyediaan sumber air bersih kemudian dilakukan. Hingga 5 Oktober 2026, pengeboran telah selesai, air berhasil diperoleh, dan air tersebut telah ditampung dalam bak berukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 1,5 meter. Fasilitas ini diharapkan mendukung aktivitas pertanian sekaligus berpotensi membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Kawatu.

Berawal dari Lahan Tidur, Berbuah Hasil Panen

Inisiatif ini bermula pada November 2025, ketika Aipda Abraham Wemay melihat adanya lahan milik warga di Dusun Kawatu yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terinspirasi oleh perkembangan pertanian di Desa Waimital, ia mengajak masyarakat setempat untuk mengelola lahan tersebut secara bersama-sama.

Ajakan itu kemudian melahirkan Kelompok Tani Gaharu dengan 15 anggota. Mereka mulai membuka dan mengolah lahan seluas satu hektare untuk ditanami padi gogo, jenis padi yang sesuai untuk lahan kering dan tidak membutuhkan genangan air seperti padi sawah.

Hasilnya terlihat pada Februari 2026. Kelompok tani tersebut berhasil memanen sekitar 2,4 ton padi gogo dari lahan seluas satu hektare. Panen itu menjadi pengalaman penting bagi para petani, terutama dalam memahami tahapan budidaya, mulai dari penanaman, pemupukan, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman.

Hasil panen tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga anggota kelompok tani. Lebih dari sekadar hasil produksi, pengalaman itu menjadi modal pengetahuan bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian secara berkelanjutan.

Pada Maret 2026, Kelompok Tani Gaharu melanjutkan kegiatan dengan menanam jagung pipil di lahan seluas satu hektare. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di tingkat desa.

Tiga bulan kemudian, tepatnya Juni 2026, kelompok tani berhasil memanen sekitar 4,2 ton jagung pipil. Hasil panen tersebut dijual kepada pengepul di Desa Waimital, dengan pendapatan yang membantu menopang kebutuhan keluarga para anggota kelompok tani.

Dari dua komoditas yang ditanam secara bertahap itu, Kelompok Tani Gaharu mencatat total hasil panen sekitar 6,6 ton, terdiri atas 2,4 ton padi gogo dan 4,2 ton jagung pipil.

Kekeringan Menghentikan Sementara Aktivitas Pertanian

Keberhasilan panen tersebut belum membuat perjalanan para petani berjalan tanpa hambatan. Sejak Juli 2026, kegiatan penanaman terpaksa dihentikan sementara akibat musim kemarau berkepanjangan dan keterbatasan ketersediaan air di lokasi pertanian.

Menghadapi kondisi itu, Aipda Abraham Wemay berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Inamosol. Penyuluh pertanian Janeman Leithenu turut mendampingi kegiatan kelompok tani, terutama dalam mendukung pengembangan pertanian sesuai kondisi lahan setempat.

Koordinasi juga dilakukan dengan instansi pertanian, termasuk melalui pengajuan permohonan dukungan sumber air kepada Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Lokasi pertanian kemudian ditinjau, dan permohonan tersebut mendapat tindak lanjut dari Kementerian Pertanian.

Dukungan penyediaan air juga dilakukan melalui pemerintah desa. Pada Agustus 2026, pekerjaan pengeboran sumber air bersih mulai dilaksanakan di lokasi tersebut.

Hingga 5 Oktober 2026, pengeboran telah selesai dan air bersih sudah berhasil diperoleh serta ditampung dalam bak penampung berukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 1,5 meter. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi kendala ketersediaan air yang sebelumnya menghambat aktivitas pertanian.

Selain mendukung kegiatan kelompok tani, sumber air tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Kawatu. Pemanfaatannya bagi warga akan menyesuaikan dengan pelaksanaan pengelolaan dan penyaluran air di lapangan.

Siapkan Tujuh Hektare Lahan untuk Tanam Jagung Pipil

Dengan tersedianya sumber air, Kelompok Tani Gaharu kini mempersiapkan kembali kegiatan pertanian yang direncanakan dimulai pada awal November 2026.

Sebanyak tujuh hektare lahan telah disiapkan untuk pengembangan jagung pipil. Selain itu, kelompok tani telah menerima 80 kilogram bibit padi gogo dari Dinas Pertanian yang disiapkan untuk penanaman pada periode yang sama.

Padi gogo dan jagung pipil direncanakan ditanam kembali sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah pedesaan.

Persiapan ini juga menjadi kelanjutan dari proses pendampingan yang telah berjalan sejak akhir 2025. Pengalaman panen sebelumnya menjadi bekal bagi para anggota kelompok tani untuk memperbaiki pola budidaya dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola lahan.

Aipda Abraham Wemay: Pertanian Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Menurut Wemay, ide penanaman Padi Gogo tersebut berawal dari kegelisahannya melihat begitu banyak lahan tidur masyarakat yang tidak dimanfaatkan, sehingga mendorong dirinya  mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengelolanya.

“Awalnya kami melihat ada lahan warga yang belum dimanfaatkan, sehingga kami mencoba mengajak masyarakat untuk mengolahnya bersama-sama. Puji syukur, padi gogo dan jagung pipil yang kami tanam sudah menghasilkan panen dan membantu kebutuhan keluarga anggota kelompok tani.” kata Wemay.

Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan air sempat membuat kegiatan penanaman terhenti. Karena itu, koordinasi dengan penyuluh pertanian dan instansi terkait dilakukan agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi.

“Sekarang pengeboran sumber air sudah selesai dan airnya sudah ditampung dalam bak penampung. Kami sedang mempersiapkan penanaman kembali pada awal November. Lahan tujuh hektare disiapkan untuk jagung pipil, sementara bibit padi gogo sebanyak 80 kilogram juga sudah tersedia. Harapannya, kegiatan pertanian bisa kembali berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Kapolsek Kairatu: Pendampingan Masyarakat Perlu Berkelanjutan

Menanggapi apa yang dilakukan oleh salah satu personilnya, Kapolsek Kairatu, Iptu Arthur.M. Serhalawan, SH, MH., memberikan dukungannya.

“Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan, mendengar kebutuhan warga, serta mendorong kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata. Inisiatif seperti pendampingan kelompok tani perlu didukung melalui kerja sama dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan instansi terkait.”

Menurut Kapolsek, keberlanjutan program menjadi hal penting agar kegiatan pertanian tidak berhenti pada keberhasilan panen, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat.

Kabidhumas Polda Maluku: Wujudkan Semangat “Polisi Bersama Masyarakat”

Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyatakan “Kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Rambatu ini mencerminkan semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kehadiran anggota Polri di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendorong kolaborasi dan inisiatif positif sesuai kebutuhan masyarakat.”

Ia juga  menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga instansi teknis.

“Keberhasilan memanfaatkan lahan tidur, hasil panen yang telah diperoleh, serta upaya mengatasi keterbatasan air menjadi contoh bahwa kolaborasi di tingkat lokal dapat mendukung ketahanan pangan. Yang terpenting, kegiatan tersebut harus terus dikembangkan secara berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” demikian draf kutipan untuk disesuaikan dan disetujui sebelum dipublikasikan.

Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Warga

Kisah Kelompok Tani Gaharu memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana: mengidentifikasi lahan yang belum produktif, mengajak masyarakat bekerja bersama, memanfaatkan pendampingan teknis, dan mencari solusi ketika menghadapi kendala.

Dari lahan seluas satu hektare, kelompok tani telah menghasilkan dua komoditas pangan dengan total panen 6,6 ton. Tantangan kekeringan kemudian mendorong koordinasi lintas pihak hingga pengeboran sumber air selesai dan air berhasil ditampung.

Rencana penanaman kembali pada awal November 2026, dengan persiapan tujuh hektare untuk jagung pipil dan ketersediaan 80 kilogram bibit padi gogo, menjadi langkah berikutnya untuk menjaga kesinambungan kegiatan tersebut.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, pendampingan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara Polri dan warga, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal demi ketahanan pangan, kemandirian ekonomi keluarga, dan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

(M.N)