THAHER HANUBUN PACU BUDAYA OLAHRAGA DI KEI, OPD DAN SEKOLAH DIDORONG SEDIAKAN MEJA TENIS MEJA

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 21 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

THAHER HANUBUN PACU BUDAYA OLAHRAGA DI KEI, OPD DAN SEKOLAH DIDORONG SEDIAKAN MEJA TENIS MEJA

THAHER HANUBUN PACU BUDAYA OLAHRAGA DI KEI, OPD DAN SEKOLAH DIDORONG SEDIAKAN MEJA TENIS MEJA

LANGGUR, MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id  — Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, mendorong penguatan budaya olahraga di lingkungan pemerintahan dan pendidikan melalui penyediaan meja tenis meja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). 21/10/26

Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian Turnamen Tenis Meja Bupati CUP 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran program *Pingpong Goes to School*. Program ini menjadi langkah untuk memperluas pembinaan olahraga sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Kepulauan Kei mengembangkan bakat dan meraih prestasi.

Dalam sambutannya, Thaher Hanubun mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap tenis meja tidak hanya berkembang sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet yang mampu membawa nama harum Kabupaten Maluku Tenggara dan Provinsi Maluku.

OPD dan Sekolah Jadi Ruang Tumbuhnya Atlet Muda

Bupati mendorong seluruh OPD serta sekolah tingkat SD dan SMP agar menyediakan meja tenis meja sebagai sarana latihan. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, masyarakat di lingkungan kantor pemerintahan dan para pelajar diharapkan dapat membangun kebiasaan berolahraga secara rutin.

Ia juga mendorong peningkatan pertandingan tenis meja antardinas dan badan di lingkungan pemerintah daerah. Kompetisi semacam ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan, menjaga kebugaran, serta menumbuhkan semangat disiplin dan sportivitas.

Di lingkungan sekolah, program *Pingpong Goes to School* diharapkan menjadi pintu masuk untuk menemukan bibit-bibit atlet sejak usia dini. Melalui latihan teratur, pendampingan pelatih, dan kompetisi yang berjenjang, para pelajar dapat mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Target Prestasi, Bukan Sekadar Seremoni

Menurut semangat yang diusung program tersebut, keberhasilan pembinaan tenis meja tidak cukup diukur dari terselenggaranya turnamen. Hal yang lebih penting ialah keberlanjutan latihan, ketersediaan fasilitas, peningkatan kualitas atlet, serta terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk berkompetisi.

Thaher berharap suatu saat putra-putri Maluku Tenggara mampu tampil dan mengharumkan nama daerah dalam kejuaraan tenis meja tingkat provinsi maupun nasional.

Harapan tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, satuan pendidikan, PTMSI, KONI, pelatih, orang tua, dan masyarakat. Pembinaan yang konsisten menjadi kunci agar potensi anak-anak Kepulauan Kei dapat berkembang menjadi prestasi nyata.

Apresiasi kepada PTMSI dan Penyelenggara

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PTMSI, seluruh jajaran pengurus, Ketua PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara, para wasit, serta semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Turnamen Tenis Meja Bupati CUP 2026.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembinaan tenis meja dan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga.

Penyelenggaraan turnamen yang dirangkaikan dengan *Pingpong Goes to School* diharapkan menjadi awal gerakan pembinaan yang lebih terarah di Kepulauan Kei. Pemerintah daerah dan organisasi olahraga diharapkan dapat menindaklanjuti semangat tersebut melalui program latihan, kompetisi antarsekolah, dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Sejalan dengan Semangat Undang-Undang Keolahragaan

Upaya memperluas akses olahraga dan membina atlet sejak usia dini sejalan dengan semangat **Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan**, yang mengatur pembinaan dan pengembangan olahraga serta peran pemerintah dalam penyelenggaraan keolahragaan.

Penyediaan fasilitas di OPD dan sekolah perlu dilaksanakan sesuai kebutuhan, kemampuan anggaran, dan ketentuan pengadaan yang berlaku. Apabila akan diberlakukan sebagai kewajiban administratif, kebijakan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Dengan demikian, *Pingpong Goes to School* diharapkan bukan hanya menjadi program pengenalan olahraga, melainkan fondasi bagi lahirnya atlet muda yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Dari lingkungan kantor hingga ruang sekolah, tenis meja diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi sehat dan membawa kebanggaan bagi Maluku Tenggara.

Editor: Bruce Elang