Kace E. Ubro Tegaskan Saatnya Bersatu Bangun Marwah Pemuda, Ajak Semua Elemen Tinggalkan Perbedaan Pasca-Musda KNPI Maluku Tenggara

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kace E. Ubro Tegaskan Saatnya Bersatu Bangun Marwah Pemuda, Ajak Semua Elemen Tinggalkan Perbedaan Pasca-Musda KNPI Maluku Tenggara

Kace E. Ubro Tegaskan Saatnya Bersatu Bangun Marwah Pemuda, Ajak Semua Elemen Tinggalkan Perbedaan Pasca-Musda KNPI Maluku Tenggara

Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara terpilih periode 2026–2029, Kace C. Ubro, S.Pd., M.Si, menegaskan bahwa seluruh tahapan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI yang digelar pada 2 Juli 2026 telah berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.

Menanggapi berbagai polemik yang muncul pasca-Musda, Kace mengajak seluruh elemen pemuda menghentikan perdebatan yang berpotensi memecah persatuan dan mulai fokus membangun organisasi.

  "Musda telah selesai. Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam organisasi, tetapi setelah forum mengambil keputusan, saatnya kita bersatu membangun kembali marwah KNPI sebagai rumah besar seluruh pemuda Maluku Tenggara," tegas Kace.

Menurutnya, dinamika yang terjadi selama Musda merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi yang harus dihormati. Karena itu, ia mengajak semua pihak menerima hasil forum dengan sikap dewasa dan mengedepankan semangat persaudaraan.

Kace juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), termasuk organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung, baik yang memberikan dukungan maupun yang memilih berada di luar barisannya selama proses pemilihan berlangsung.

  "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OKP, termasuk teman-teman Cipayung, baik yang mendukung maupun yang memiliki pilihan berbeda. Tidak ada lagi ruang untuk saling membelah. Kini saatnya kita bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan pemuda Maluku Tenggara," ujarnya.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Bupati Maluku Tenggara, atas dukungan terhadap penyelenggaraan Musda hingga seluruh rangkaian persidangan dapat terlaksana.

Sebagai Ketua KNPI terpilih, Kace menegaskan kepengurusan yang akan dibentuk nantinya bersifat terbuka dan inklusif. Menurutnya, tidak boleh ada lagi pengelompokan berdasarkan pilihan politik maupun dukungan saat Musda.

   "Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemuda untuk bergabung. Tidak ada lagi kubu pendukung ataupun yang tidak mendukung. KNPI adalah rumah bersama, sehingga semua harus merasa memiliki dan ikut membesarkannya," katanya.

Kace mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh dukungan mayoritas peserta Musda yang berasal dari sekitar 84 organisasi kepemudaan, termasuk GMKI,PMII,Pemuda Katolik, GAMKI, FKPPI, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya dan cipayung yang tidak dukung tentu kita rangkul semua tanpa membedakan.

Ke depan, ia berkomitmen memperkuat konsolidasi internal organisasi, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata generasi muda.

Menurutnya, KNPI harus kembali menjadi wadah pemersatu, laboratorium kaderisasi, sekaligus mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.

   "Saya ingin KNPI menjadi organisasi yang solid, produktif, independen, dan mampu melahirkan gagasan-gagasan besar bagi kemajuan Maluku Tenggara. Marwah KNPI harus kita pulihkan bersama melalui kerja nyata, bukan sekadar perdebatan," tegasnya.

Kace menambahkan, penyusunan struktur kepengurusan akan segera dirampungkan setelah Surat Keputusan (SK) diterbitkan. Ia menargetkan pelantikan pengurus baru dapat dilaksanakan sebelum 17 Agustus 2026, sehingga KNPI dapat segera menjalankan program kerja.

  "Target kami sebelum 17 Agustus kepengurusan sudah dilantik. Setelah itu kami langsung bekerja, merangkul seluruh pemuda, dan membuktikan bahwa KNPI hadir untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu," pungkasnya.

Editor: Bruce Elang