Perkuat Identitas Kota Pala, Disbun Fakfak Tanam 10 Pala Grafting di Reklamasi Thumburuni
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Hamparan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Reklamasi Thumburuni kembali mendapat sentuhan baru. Sebanyak 10 pohon pala grafting atau pala sambung ditanam di median kawasan reklamasi sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Fakfak memperkuat identitas daerah yang selama ini dikenal luas sebagai Kota Pala.
Penanaman dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dan Seksi Kebersihan dan Pertamanan Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak. Langkah ini bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan simbol hidup yang merepresentasikan sejarah, budaya, sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan varietas pala grafting dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pala konvensional. Selain pertumbuhannya lebih cepat, tinggi tanaman relatif lebih rendah sehingga lebih mudah dipelihara, serta memiliki potensi memasuki masa produksi dalam waktu yang lebih singkat.
"Kami ingin kawasan Reklamasi Thumburuni tidak hanya menjadi ruang publik yang indah, tetapi juga menjadi etalase hidup yang memperlihatkan identitas Fakfak sebagai Kota Pala. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanaman yang telah ditanam. Menanam memang penting, tetapi menjaga dan merawatnya jauh lebih penting," ujar Widhi.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan ikon pala di ruang publik tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa kawasan Reklamasi Thumburuni telah beberapa kali menjadi lokasi penanaman berbagai tanaman identitas daerah. Namun tidak sedikit tanaman yang mengalami kerusakan, hilang, bahkan gagal tumbuh akibat kurangnya kepedulian bersama.
Belajar dari pengalaman tersebut, Dinas Perkebunan melakukan langkah antisipatif dengan memasang pelindung berbahan rangka besi yang dilengkapi kawat berduri di sekitar bibit pala. Fasilitas ini dimaksudkan untuk melindungi tanaman muda dari gangguan sehingga memiliki peluang tumbuh lebih baik hingga menjadi pohon yang kuat.
Widhi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penggunaan kawat berduri tersebut. Menurutnya, langkah itu terpaksa ditempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap tanaman yang baru ditanam. Ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika berada di sekitar lokasi karena kawat pelindung memiliki ujung yang cukup tajam.
Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membudidayakan pala grafting. Bibit dapat diperoleh melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sebagai bagian dari upaya memperluas penanaman pala di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kebersihan dan Pertamanan Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Reymon Warwey, menjelaskan bahwa kawasan RTH Reklamasi Thumburuni saat ini masih terus ditata agar menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, dan representatif.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta turut merawat tanaman dan berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Di penghujung kegiatan, Widhi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan menjadikan Fakfak sebagai Kota Pala tidak dapat diwujudkan hanya melalui program pemerintah.
"Mari kita jadikan Reklamasi Thumburuni sebagai ruang terbuka hijau yang indah, bersih, dan dipenuhi tanaman pala sebagai identitas daerah. Jangan merusak, mencabut, atau mengganggu tanaman yang telah ditanam. Jika kita menjaga bersama, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi warisan hijau yang akan dinikmati generasi mendatang," katanya.
Melalui sinergi lintas organisasi perangkat daerah dan dukungan aktif masyarakat, kawasan Reklamasi Thumburuni diharapkan berkembang menjadi ruang terbuka hijau yang semakin asri sekaligus menjadi ikon baru Kota Fakfak.
Deretan pohon pala yang tumbuh di jantung kota kelak tidak hanya menghadirkan kesejukan, tetapi juga menjadi penanda bahwa Fakfak terus menjaga warisan sejarahnya sebagai tanah pala yang telah dikenal dunia selama berabad-abad.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook