Maluku Tenggara Raih Penghargaan Nasional, Tito Karnavian Gelontorkan Insentif Fiskal Rp1 Miliar

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maluku Tenggara Raih Penghargaan Nasional, Tito Karnavian Gelontorkan Insentif Fiskal Rp1 Miliar

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. LOMBOK — Kabupaten Maluku Tenggara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah dinobatkan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku yang digelar Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan [Garuda TV](https://garudatv.id?utm_source=chatgpt.com).

Penghargaan bergengsi tersebut menempatkan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai Terbaik III tingkat kabupaten, sejajar dengan sejumlah daerah berprestasi lainnya di kawasan timur Indonesia. Atas capaian itu, pemerintah daerah berhak menerima insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung program pembangunan daerah.

Tak hanya Maluku Tenggara, Tual juga mencatat prestasi membanggakan dengan keluar sebagai pemenang tingkat kota dalam kategori pengendalian inflasi, mempertegas dominasi wilayah Maluku dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ajang penghargaan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, pimpinan DPR RI, para gubernur, bupati, wali kota, hingga pejabat kementerian dan lembaga.

Tito Karnavian: Daerah Jangan Hanya Diawasi, Tapi Juga Diberi Penghargaan

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat ingin mengubah pendekatan pembinaan daerah, dari sekadar pengawasan menjadi sistem yang juga memberikan penghargaan nyata bagi pemerintah daerah berprestasi.

Menurut Tito, selama ini Kemendagri lebih dikenal sebagai institusi yang fokus pada evaluasi, pengawasan APBD, pemeriksaan, dan pembinaan administratif. Namun pendekatan tersebut dinilai belum cukup memotivasi kepala daerah untuk terus berinovasi.

“Kalau terus memakai pendekatan pengawasan saja, lama-lama kepala daerah merasa hanya diberi tekanan. Karena itu kami siapkan reward yang nyata,” ujar Tito disambut tepuk tangan peserta.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Kemendagri menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun untuk pemerintah daerah berprestasi.

“Kalau hanya trofi dan sertifikat, itu biasa. Yang lebih terasa tentu insentif fiskal karena bisa langsung masuk APBD dan digunakan untuk program daerah,” katanya.

Sistem Regional Dinilai Lebih Adil

Tito menjelaskan, sistem penghargaan kini dibagi berdasarkan regional agar kompetisi lebih seimbang dan tidak didominasi daerah dengan kapasitas fiskal besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Timur.

Karena itu, penilaian dibagi dalam enam regional, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta Nusa Tenggara-Maluku.

Menurut Tito, model tersebut memberikan kesempatan lebih adil bagi daerah dengan keterbatasan anggaran untuk menunjukkan kualitas tata kelola pemerintahan mereka.

“Kalau daerah kecil dipaksa bertanding dengan daerah APBD puluhan triliun tentu berat. Maka kami buat sistem regional agar kompetisinya lebih seimbang,” ujarnya.

Empat Kategori Strategis Penilaian

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku menilai kinerja pemerintah daerah berdasarkan empat indikator utama, yakni:

Penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting

Creative financing

Pengendalian inflasi

Penurunan tingkat pengangguran

Khusus kategori pengendalian inflasi, penilaian meliputi stabilitas harga pangan, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran, hingga efektivitas intervensi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Berikut daftar pemenang kategori pengendalian inflasi:

Tingkat Kabupaten

Terbaik I: Sumba Timur

Terbaik II: Bima

Terbaik III: Maluku Tenggara

Tingkat Kota

Pemenang: Tual

Tingkat Provinsi

Pemenang: Nusa Tenggara Timur

-Daerah Kini Jadi Motor Pembangunan Nasional

Direktur Utama [Garuda TV](https://garudatv.id?utm_source=chatgpt.com) dalam sambutannya menyebut pembangunan Indonesia saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah dinilai telah menjadi motor inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat.

“Daerah hari ini bukan lagi pelengkap pembangunan nasional, tetapi motor utama yang menghadirkan solusi cepat, inovatif, dan berdampak langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Polkam menegaskan bahwa prestasi tidak lahir tanpa keberanian mengambil langkah dan keputusan.

“Tidak ada kemenangan tanpa sesuatu yang dipertaruhkan. Yang belum menang jangan berkecil hati, karena selisih nilainya bisa jadi sangat tipis,” katanya.

-Bukti Daya Saing Daerah Timur Indonesia

Prestasi yang diraih Kabupaten Maluku Tenggara menjadi sinyal bahwa daerah di kawasan timur Indonesia semakin mampu bersaing dalam tata kelola pemerintahan dan penguatan ekonomi daerah.

Keberhasilan mengendalikan inflasi menunjukkan kapasitas pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tantangan distribusi wilayah kepulauan.

Dengan tambahan insentif fiskal dari pemerintah pusat, penghargaan ini diharapkan menjadi energi baru bagi Kabupaten Maluku Tenggara untuk memperkuat program pembangunan dan pelayanan publik ke depan.

Bagi masyarakat Maluku Tenggara, penghargaan ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan nasional bahwa daerah mereka mampu berdiri sejajar dengan daerah terbaik lainnya di Indonesia.

(Elang)