Kedatangan Menhan di Fakfak Disambut Danrem 182/JO, Fokus pada Kesiapan Prajurit dan Pembangunan Papua

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 28 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kedatangan Menhan di Fakfak Disambut Danrem 182/JO, Fokus pada Kesiapan Prajurit dan Pembangunan Papua

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Deru baling-baling helikopter memecah sunyi Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu, 27 Mei 2026. Di wilayah yang berada jauh dari pusat keramaian itu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung kesiapan operasional Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 808/Mbahammatta (Yonif TP 808/MM).

Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah ingin memastikan satuan yang disiapkan sebagai kekuatan strategis di Papua Barat benar-benar mampu menjalankan dua fungsi sekaligus: menjaga pertahanan negara dan mendorong pembangunan masyarakat di wilayah teritorial.

Menhan Sjafrie didampingi Wakil Panglima TNI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, serta Pangdam XVIII/Kasuari, Christian K Tehuteru. Kedatangan rombongan disambut Komandan Korem 182/Jazira Onim, Irwan Budiana, bersama jajaran prajurit Yonif TP 808/MM.

Di tengah kawasan yang masih didominasi bentang alam hijau Papua, Menhan meninjau satu per satu fasilitas utama satuan. Mulai dari barak prajurit, fasilitas latihan, gudang munisi, hingga sarana penunjang operasional lainnya.

Ia juga menerima paparan mengenai kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), program latihan prajurit, serta pelaksanaan pembinaan teritorial yang terintegrasi dengan ketahanan pangan masyarakat.

Menurut Sjafrie, pembangunan kekuatan pertahanan di Papua Barat tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran pasukan. Yang dibutuhkan adalah prajurit yang profesional, disiplin, tangguh, sekaligus adaptif terhadap tantangan sosial dan geografis Papua.

“Prajurit harus hadir sebagai pelindung rakyat sekaligus bagian dari solusi pembangunan,” ujar Menhan dalam arahannya kepada prajurit.

Ia menegaskan, keberadaan Yonif Teritorial Pembangunan di Papua memiliki peran strategis karena menyatukan pendekatan keamanan dengan pembangunan kesejahteraan. Satuan tersebut diharapkan mampu terlibat aktif dalam mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, hingga peternakan masyarakat.

Konsep pertahanan berbasis teritorial yang dikembangkan pemerintah, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat Papua Barat. Karena itu, prajurit dituntut memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan sosial yang kuat dalam menjalankan tugas.

Bagi TNI, wilayah Papua Barat bukan sekadar kawasan pengamanan strategis, melainkan beranda depan Indonesia di kawasan timur yang membutuhkan stabilitas jangka panjang. Kehadiran satuan seperti Yonif TP 808/MM diproyeksikan menjadi simpul pertahanan sekaligus motor penggerak pembangunan di daerah terpencil.

Sementara itu, Danrem 182/Jazira Onim Kolonel Inf Irwan Budiana mengatakan kesiapan prajurit menjadi faktor utama keberhasilan pengabdian TNI di wilayah Papua Barat.

“Dengan kesiapan prajurit yang prima, prajurit akan selalu siap memberikan pengabdian terbaik kepada rakyat dan negara,” ujarnya.

Kunjungan Menhan ke Distrik Tomage memperlihatkan pesan yang ingin ditegaskan pemerintah: pembangunan Papua Barat tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui kehadiran negara yang mampu memberi rasa aman, membangun harapan, dan menyiapkan masa depan masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

 

Writter : Rilis | Editor : Den