Harkitnas ke-118 di MBD, Agustinus Kilikily Serukan Generasi Muda Jaga Kedaulatan Bangsa di Era Digital

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Harkitnas ke-118 di MBD, Agustinus Kilikily Serukan Generasi Muda Jaga Kedaulatan Bangsa di Era Digital

Tiakur, KabarsulselIndonesia.web.id | Semangat kebangkitan nasional kembali digaungkan dari beranda selatan Provinsi Maluku. Di halaman Kantor Bupati Maluku Barat Daya, Selasa, 20 Mei 2026, Wakil Bupati Maluku Barat Daya Agustinus Lekwardai Kilikily memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan khidmat dan penuh pesan kebangsaan.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Agustinus Kilikily membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid yang mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut menjadi penegas bahwa perjuangan bangsa hari ini tidak lagi semata mempertahankan wilayah, melainkan menjaga masa depan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei merujuk pada lahirnya Budi Utomo pada tahun 1908, tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional dan persatuan bangsa Indonesia.

“Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan perlawanan fisik melawan penjajahan, maka di era sekarang tantangan bangsa telah bergeser menuju perjuangan menjaga kedaulatan informasi dan membangun transformasi digital yang sehat,” ujar Agustinus saat membacakan sambutan menteri.

Menurut dia, kebangkitan nasional hari ini harus dimaknai sebagai keberanian bangsa untuk keluar dari ketertinggalan, kebodohan, dan ketergantungan. Semangat menjaga tunas bangsa menjadi simbol penting dalam melindungi generasi muda agar tetap tumbuh dengan karakter, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, organisasi kepemudaan, serta peserta upacara lainnya, Agustinus juga menyinggung berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian bangsa.

Program makan bergizi gratis bagi pelajar, pemerataan akses pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih disebut sebagai langkah konkret negara dalam menjaga masa depan rakyat.

Namun, bagi Agustinus, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan program. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Ia mengingatkan bahwa digitalisasi ibarat dua mata pisau: membawa peluang besar sekaligus ancaman serius bila tidak digunakan dengan benar.

“Generasi muda harus berkaca pada semangat Budi Utomo yang dulu menggerakkan kesadaran pemuda untuk bangkit. Hari ini, di era digital, kita juga harus menjaga eksistensi diri dan bangsa agar tidak tergerus oleh hal-hal negatif yang merusak masa depan,” kata Agustinus.

Ia pun mengimbau para pelajar dan generasi muda di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk menjadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun daerah, bukan sebaliknya menjadi ruang yang melemahkan moral dan jati diri bangsa.

Upacara Harkitnas ke-118 di Kabupaten Maluku Barat Daya berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Di tengah semilir angin Tiakur, pesan tentang pentingnya menjaga tunas bangsa seakan menjadi pengingat bahwa kebangkitan nasional bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan menyalakan kembali kesadaran kolektif untuk menjaga Indonesia tetap berdaulat di tengah perubahan zaman.

 

Writter : Ever | Editor : Den