KABUT ASAP KINI BUKAN SEKEDAR KIRIMAN, TAPI ANCAMAN NYATA BAGI KESEHATAN WARGA, TOKOH ISLAM MIMIKA (SALEH ALHAMID) MENEGASKAN PENTINGNYA PENCEGAHAN NYATA DAN TERUKUR, BUKAN SEBATAS HIMBAUAN.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KABUT ASAP KINI BUKAN SEKEDAR KIRIMAN, TAPI ANCAMAN NYATA BAGI KESEHATAN WARGA, TOKOH ISLAM MIMIKA (SALEH ALHAMID) MENEGASKAN PENTINGNYA PENCEGAHAN NYATA DAN TERUKUR, BUKAN SEBATAS HIMBAUAN.

TIMIKA,Kabarsulsel-Indonesia.web.id.  Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi ini mendorong Tokoh Islam Mimika, Saleh Alhamid, untuk menyoroti pentingnya langkah penanganan yang konkret, terukur, dan tepat sasaran, bukan sekadar menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Menurut sorotan tersebut, persoalan kabut asap perlu direspons melalui langkah nyata dari pemerintah dan instansi terkait. Imbauan agar masyarakat berhati-hati memang penting, tetapi harus disertai tindakan langsung untuk mengendalikan sumber asap, memantau kualitas udara, serta melindungi warga yang terdampak.

Penanganan ini dinilai penting mengingat paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Pemerintah Diminta Mengambil Langkah Konkret

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang terukur, antara lain:

Memantau kualitas udara secara berkala dan menyampaikan informasi yang mudah diakses masyarakat.

Mendistribusikan masker secara tepat sasaran, terutama kepada kelompok rentan dan warga di wilayah dengan paparan asap tinggi.

Mengidentifikasi dan menangani sumber kabut asap, termasuk melakukan pencegahan serta penindakan terhadap pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum.

Memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun keluhan lain akibat paparan asap.

Meningkatkan koordinasi lintas instansi agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Langkah-langkah tersebut perlu disertai pembagian tugas yang jelas, informasi perkembangan penanganan, serta evaluasi berkala agar masyarakat mengetahui tindakan yang telah dilakukan pemerintah.

Keselamatan Warga Harus Menjadi Prioritas

Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kesehatan dan keselamatan publik. Karena itu, upaya penanganannya tidak cukup berhenti pada imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran terbuka, menjaga lingkungan, serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan kesehatan.

Sorotan Saleh Alhamid menjadi pengingat bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah melalui kebijakan dan tindakan yang dapat dirasakan secara langsung.

Kini, yang dibutuhkan warga Mimika adalah penanganan yang terarah, transparan, dan berkelanjutan agar dampak kabut asap dapat ditekan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Penulis A.L