Dari Reses ke Aksi Nyata, Lusi Hegemur Kawal Kebutuhan Asrama Santa Theresia

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Reses ke Aksi Nyata, Lusi Hegemur Kawal Kebutuhan Asrama Santa Theresia

Tak sekadar membawa bantuan alat tulis, Anggota DPR Papua Barat itu datang mendengar, mencatat, dan memastikan harapan penghuni asrama tak berhenti sebagai usulan.
 

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Langkah-langkah kecil para pelajar di Asrama Putra dan Putri Santa Theresia Fakfak terdengar riuh menyambut kedatangan tamu istimewa, Kamis, (04/06).

Di tengah kesibukan belajar dan aktivitas asrama, mereka menerima kunjungan Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus, Lusia Imakulatta Hegemur.

Perempuan yang akrab disapa Lusi itu datang bukan sekadar menjalankan agenda kunjungan. Ia membawa pesan sederhana namun bermakna: pendidikan harus terus mendapat perhatian, terutama bagi anak-anak yang sedang berjuang menggapai masa depan dari balik dinding asrama.

Berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono, Kompleks Telkom Lama Puncak, Fakfak, Lusi menyerahkan bantuan biaya belanja alat tulis kepada para penghuni Asrama Santa Theresia. Sebanyak 29 siswa dan siswi menerima bantuan tersebut untuk menunjang kebutuhan belajar mereka.

Di hadapan para pelajar, Lusi menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan generasi Papua Barat. Karena itu, kebutuhan dasar yang mendukung proses belajar mengajar tidak boleh diabaikan.

Namun kunjungan itu tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Setelah berbincang dengan para penghuni asrama dan pengelola, Lusi memilih duduk mendengar. Satu per satu kebutuhan dan harapan penghuni asrama disampaikan kepadanya.

Suasana pertemuan berlangsung hangat. Para siswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan perhatian dari wakil rakyat yang datang langsung melihat kondisi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi mengungkapkan bahwa sejumlah kebutuhan asrama yang pernah disampaikan saat kegiatan reses sebelumnya telah ia perjuangkan di tingkat pemerintah provinsi. Kabar baiknya, sebagian usulan tersebut telah memperoleh perhatian dan direncanakan direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

“Puji Tuhan, beberapa kebutuhan yang pernah disampaikan sudah kami perjuangkan dan tahun ini direncanakan dapat direalisasikan. Ini menjadi komitmen kami agar aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya sebagai catatan dalam reses,” ujarnya.

Bagi penghuni Asrama Santa Theresia, bantuan alat tulis yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang setiap hari berjuang menuntut ilmu jauh dari keluarga, perhatian seperti itu memiliki arti yang jauh lebih besar. Ia menjadi pengingat bahwa masih ada yang peduli terhadap perjalanan pendidikan mereka.

Kunjungan Lusi Hegemur ke Asrama Santa Theresia menjadi gambaran bahwa kehadiran wakil rakyat tidak selalu diukur dari podium dan ruang sidang.

Kadang-kadang, maknanya justru terasa ketika mereka hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung, lalu mengawal harapan itu hingga menjadi kenyataan.

Di puncak Kota Fakfak sore itu, bantuan alat tulis memang berpindah tangan. Tetapi yang sesungguhnya tertinggal adalah semangat baru bagi anak-anak asrama untuk terus belajar, bermimpi, dan percaya bahwa masa depan mereka layak diperjuangkan.

 

Writter & Editor : Den