Jejak Bon Setitit Menggema dari Kei: Pemuda ICMI Tual Desak Negara Angkat Kembali Tokoh Daerah yang Ikut Menentukan Lahirnya Indonesia

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jejak Bon Setitit Menggema dari Kei: Pemuda ICMI Tual Desak Negara Angkat Kembali Tokoh Daerah yang Ikut Menentukan Lahirnya Indonesia

Jejak Bon Setitit Menggema dari Kei: Pemuda ICMI Tual Desak Negara Angkat Kembali Tokoh Daerah yang Ikut Menentukan Lahirnya Indonesia

TUAL, Kabarsulsel.web.id – Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak boleh terus dipusatkan pada tokoh-tokoh dari wilayah tertentu, sementara kontribusi para pejuang dari Indonesia Timur perlahan tenggelam dari ingatan publik. Salah satu di antaranya adalah Bon Setitit, putra terbaik Kepulauan Kei yang tercatat memiliki peran dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), momentum bersejarah yang mengantarkan Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan dari Belanda.

Jejak pengabdian Bon Setitit kembali diangkat melalui buku Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar – Controleur Pribumi, karya putranya, Capt. Pilot Stephanus G. Setitit. Buku ini tidak sekadar menjadi biografi keluarga, tetapi juga menghadirkan fakta-fakta sejarah yang didukung dokumen, surat, dan arsip asli yang menunjukkan kontribusi nyata seorang putra Kei dalam perjalanan bangsa.18/07/2026

Kehadiran buku tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah Indonesia dibangun oleh anak-anak bangsa dari seluruh pelosok negeri, termasuk dari Kepulauan Kei. Bon Setitit dikenal sebagai seorang controleur pribumi yang dipercaya mengemban tanggung jawab penting dan turut berada dalam pusaran diplomasi yang menentukan arah masa depan Indonesia.

Lebih dari itu, sosok Bon Setitit dikenang karena integritas dan nasionalismenya. Di tengah berbagai dinamika politik saat itu, ia memilih tetap berpihak kepada Indonesia. Baginya, kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, melainkan juga menghadirkan keadilan dan kemajuan yang merata bagi seluruh daerah, termasuk Tanah Kei.

Ketua Umum Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Tual, Fikri Tamher, S.Kom., M.M.S.I., menilai buku tersebut merupakan kontribusi besar bagi pelestarian sejarah nasional. Menurutnya, sudah saatnya tokoh-tokoh daerah yang berjasa terhadap bangsa mendapatkan ruang yang layak dalam narasi sejarah Indonesia.

  "Bon Setitit membuktikan bahwa putra Kei ikut menentukan arah bangsa. Jangan biarkan sejarah para pahlawan daerah hilang ditelan zaman. Generasi muda harus mengenal dan mewarisi semangat pengabdian, integritas, serta nasionalisme yang beliau tinggalkan," tegas Fikri.

Ia menambahkan, buku karya Capt. Pilot Stephanus G. Setit bukan hanya menjadi penghormatan kepada sosok ayahnya, tetapi juga merupakan warisan intelektual yang memperkaya khazanah sejarah Indonesia.

Momentum penerbitan buku tersebut juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Tual, yang diperingati setiap 17 Juli. Dalam kesempatan itu, Pemuda ICMI Kota Tual turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Akhmad Yani Renuat dan Wakil Wali Kota H. Amir Rumra atas berbagai capaian pembangunan serta komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Fikri, semangat para pendahulu harus menjadi energi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan membangun daerah tanpa melupakan akar sejarahnya.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pendahulunya. Bon Setit telah menunjukkan bahwa putra daerah mampu memberi warna bagi perjalanan Indonesia.      

Kini tugas generasi muda adalah melanjutkan perjuangan itu melalui ilmu pengetahuan, pengabdian, dan karya nyata demi kemajuan bangsa," pungkasnya.

Editor: Bruce Elang