Viktor Kabey: Inflasi Mimika Terkendali, Saatnya Pemkab Perkuat Produksi Pangan Lokal

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Viktor Kabey: Inflasi Mimika Terkendali, Saatnya Pemkab Perkuat Produksi Pangan Lokal

Viktor Kabey: Inflasi Mimika Terkendali, Saatnya Pemkab Perkuat Produksi Pangan Lokal

TIMIKA, PAPUA TENGAH Kabarsulselindonesia.web.id  – Stabilitas inflasi Kabupaten Mimika sepanjang 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Namun, capaian tersebut dinilai tidak boleh membuat pemerintah daerah terlena. Di balik angka inflasi yang masih terkendali, terdapat persoalan mendasar yang harus segera dibenahi, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.23/07/2026

Pengamat ekonomi daerah, Viktor Kabey, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga inflasi harus dijadikan momentum untuk memperkuat sektor produksi lokal, khususnya komoditas pangan yang melibatkan petani Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Viktor, sejumlah faktor masih menjadi pemicu tekanan inflasi di Mimika sepanjang 2026, mulai dari berakhirnya stimulus tarif listrik nasional, kenaikan harga emas dunia, tingginya biaya transportasi udara dan laut, hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, minyak goreng, kopi, dan rokok akibat penyesuaian kebijakan nasional.

"Inflasi memang masih terkendali, tetapi akar persoalannya belum selesai. Selama Mimika masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, masyarakat akan terus rentan terhadap gejolak harga dan biaya distribusi," ujar Viktor Kabey.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mimika melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah, serta digitalisasi pemantauan harga. Namun menurutnya, kebijakan tersebut lebih bersifat jangka pendek apabila tidak dibarengi dengan peningkatan produksi pangan lokal.

Viktor menilai solusi yang lebih strategis adalah memperkuat sektor pertanian melalui pemberdayaan petani Orang Asli Papua dengan program tanam massal komoditas hortikultura, pemanfaatan lahan tidur, pembagian bibit unggul secara tepat sasaran, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan.

"Produksi lokal harus menjadi prioritas. Ketika kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari dalam daerah, Mimika tidak hanya mampu menekan inflasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan pangan," tegasnya.

Menurut Viktor, keberhasilan program tersebut akan berdampak langsung terhadap stabilitas harga, menekan biaya distribusi, memperkuat perputaran ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga petani Orang Asli Papua.

Ia menegaskan bahwa tantangan Pemerintah Kabupaten Mimika ke depan bukan sekadar menjaga angka inflasi tetap rendah, tetapi memastikan pengendalian inflasi berjalan seiring dengan peningkatan produksi lokal dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Pengendalian inflasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan hanya berhenti pada angka statistik, tetapi harus mampu mendorong produksi pangan lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga Mimika," pungkas Viktor Kabey.

Editor: Bruce Elang