Bupati Fakfak Soroti Kelangkaan BBM di Bomberay-Tomage, Pertamina Bakal Diminta Tambah Pasokan Serta Siapkan Usulan SPBU Baru

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Fakfak Soroti Kelangkaan BBM di Bomberay-Tomage, Pertamina Bakal Diminta Tambah Pasokan Serta Siapkan Usulan SPBU Baru

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Bomberay–Tomage mendorong Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan pasokan. Ia berencana mengusulkan penambahan kuota BBM kepada Pertamina, sekaligus membuka peluang pembangunan satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tambahan di kawasan tersebut.

Samaun mengatakan, SPBU di SP3 tidak hanya melayani masyarakat setempat. Fasilitas itu juga menjadi tumpuan pengendara yang melintasi jalur dari Fakfak menuju Bomberay dan sebaliknya, termasuk warga dari Aroba hingga Furwata.

Akibatnya, kebutuhan BBM di kawasan tersebut meningkat, sementara pasokan yang tersedia dinilai belum sebanding dengan tingginya permintaan.

“Saya tadi malam melihat sendiri kondisi SPBU di sana. Bayangkan, mobil tangki baru mengisi, satu jam kemudian BBM sudah habis. Berarti kebutuhan bahan bakar di sini sangat tinggi,” kata Samaun kepada wartawan seusai membuka bakti sosial Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Fakfak dalam rangka HUT ke-76 IDI di Puskesmas Tomage, Sabtu (24 Oktober 2026).

Menurut dia, kondisi itu perlu mendapat perhatian serius karena BBM menjadi kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan yang berjarak cukup jauh dari pusat Kota Fakfak tersebut.

Samaun mengungkapkan, masyarakat yang ditemuinya pada malam sebelumnya juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah memperjuangkan penambahan pasokan BBM. Permintaan itu, kata dia, akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan Pertamina.

“Nanti saya akan melihat dan meminta kepada Pertamina agar pasokan BBM bisa ditambah. Saya sependapat dengan masyarakat. Bila perlu, kita tambahkan satu SPBU lagi di sini karena jumlah kendaraan cukup banyak dan jaraknya jauh dari kota,” ujarnya.

Kebutuhan Tinggi, Distribusi Perlu Diperkuat

Persoalan BBM di SP3 memperlihatkan tantangan pelayanan energi di wilayah yang menjadi jalur pergerakan masyarakat antarkawasan. Ketika satu SPBU harus melayani kendaraan lokal sekaligus arus kendaraan yang melintas, peningkatan permintaan dapat dengan cepat menghabiskan persediaan.

Bagi masyarakat Bomberay, Tomage, Aroba, hingga Purwata, ketersediaan BBM bukan semata persoalan pengisian kendaraan. Kelancaran pasokan turut menentukan kemudahan perjalanan, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi sehari-hari.

Karena itu, penambahan kuota BBM dan kemungkinan pembangunan SPBU baru menjadi dua opsi yang perlu dikaji berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, kapasitas distribusi, serta jangkauan pelayanan yang tersedia.

Pemerintah daerah juga perlu berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengevaluasi pola penyaluran BBM, termasuk volume pasokan dan frekuensi pengiriman ke SP3. Langkah tersebut penting agar solusi yang diambil tidak berhenti pada penambahan pasokan sesaat, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Samaun menegaskan, tingginya kebutuhan BBM di kawasan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti sehingga pelayanan energi semakin memadai bagi warga dan pengguna jalan.

Bagi kawasan Bomberay–Tomage yang terus mengandalkan jalur darat untuk menghubungkan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi, kepastian pasokan BBM menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Tantangannya kini ialah memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota tidak tertinggal dalam perencanaan distribusi energi.

 

Writter & Editor: Den