GPII Papua Tengah Desak Pemkab Mimika Aktifkan Seluruh Videotron untuk Nobar Piala Dunia 2026: "Aset Rakyat Jangan Jadi Pajangan"
GPII Papua Tengah Desak Pemkab Mimika Aktifkan Seluruh Videotron untuk Nobar Piala Dunia 2026: "Aset Rakyat Jangan Jadi Pajangan"
TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Papua Tengah, Junaidi Boairatan, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), agar segera mengaktifkan seluruh videotron yang telah dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Junaidi, tingginya antusiasme masyarakat terhadap perhelatan Piala Dunia 2026 harus direspons dengan menghadirkan ruang publik yang dapat dinikmati seluruh warga melalui kegiatan nonton bareng (nobar).28/06/2026
"Kami meminta Kominfo Mimika segera mengaktifkan seluruh videotron, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah pinggiran. Jangan biarkan aset yang dibangun dari uang rakyat hanya menjadi pajangan tanpa manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Junaidi dalam keterangannya.
Ia menilai videotron merupakan fasilitas publik yang semestinya dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya digunakan pada kegiatan seremonial atau agenda pemerintahan semata.
Menurutnya, penayangan pertandingan Piala Dunia melalui videotron dapat menjadi sarana hiburan, edukasi, sekaligus mempererat persatuan masyarakat Mimika tanpa membedakan latar belakang.
"Ribuan masyarakat, termasuk pendukung Tim Nasional Argentina maupun pecinta sepak bola dari berbagai negara peserta, tentu akan menyambut baik jika pemerintah membuka ruang nobar bersama. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi momentum membangun kebersamaan," ujarnya.
Junaidi juga mengingatkan bahwa seluruh videotron yang telah dibangun menggunakan APBD merupakan aset milik masyarakat sehingga pemanfaatannya harus memberikan nilai tambah bagi publik.
"Kalau aset itu dibangun dengan uang rakyat, maka rakyat juga harus merasakan manfaatnya. Jangan sampai videotron yang nilainya miliaran rupiah hanya menyala ketika ada agenda tertentu, sementara pada momen yang dinantikan masyarakat justru dibiarkan tidak dimanfaatkan," katanya.
GPII Papua Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah konkret dengan mengaktifkan seluruh videotron hingga partai final Piala Dunia 2026.
Menurut Junaidi, kebijakan tersebut akan menjadi bentuk pelayanan publik yang nyata sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Mimika dalam menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook